Page 115 - Buku Menyikapi Wajah Minangkabau
P. 115

Metode yang dipakai ialah dengan pendekatan sosial, kultural

                  dan  budaya.  Wali  Songo  para  penyebar  Islam  di  pulau  Jawa
                  berdakwah           lewat      falsafah       Kejawen         dalam       budaya

                  Perwayangan.  Di  sana  tak  ada  perang  agama  kecuali

                  perlawanan Pangeran Diponegoro mengusir penjajah Belanda.
                  Demikian sejarah menuturkan.




                        B. ISLAM KE MINANGKABAU
                        Islam  masuk  ke  Minangkabau  bukan  dari  Aceh,  tapi

                  langsung dari Arabia tempat kelahirannya. Sejarawan bangsa

                  kita  hampir  sependapat  bahwa  pada  akhir  abad  ke  12  atau
                  awal abad ke 15 Masehi, negeri Siak di Minangkaban Timur

                  (sekarang  Riau  Daratan)  adalah  bandar  Internasional  yang
                  terkenal dizamannya. Di sana berkumpul saudagar-saudagar

                  kaya  dari  Hindia,  Persia,  Cina  dan  Timur  Tengah.  Mereka

                  bersaing  mendapatkan  rempah-rempah  hasil  hutan  seperti
                  damar, pinang, kayu cendana, gaharu, kemenyan dan terutama

                  emas. Begitu juga kapur barus di Minangkabau Utara (Sibolga).

                  Pendeknya semua barang komoditi ada di bumi Minangkabau.
                        Layaknya  seorang  pedagang,  mereka  berkeliaran  di  tiap

                  pelosok  negeri  mencari  barang  kebutuhannya.  Orang-orang

                  Arab  yang  Islam  itu  dimanapun  berada,  asal  masuk  waktu
                  shalat  mereka  sembahyang.  Gerakan-gerakan  aneh  itu  asing

                  bagi  orang  kampung.  Mereka  menonton  dan  ingin  tahu.

                  Melalui bahasa tubuh mereka berkomunikasi tentang apa yang
                  dikerjakan  oleh  orang-orang  Arab  itu.  Nah,  dengan  kontak-

                  kontak personal inilah Islam dikenalkan dibumi Minangkabau.

                  Lama-kelamaan  kaum  mudanya  tertarik  kemudian  menjadi
                  muallaf. Ada beberapa saudagar dari negeri Siak itu bermukim

                  dan berbaur dengan penduduk. Mereka disebut Urang Siak dan










                       86
                                  Yus Dt. Parpatih
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120