Page 289 - Buku Menyikapi Wajah Minangkabau
P. 289

Sesuatu lelucon yang tak lucu bahwa ada diantara mereka

                  yang dinobatkan di Istana Pagaruyung. Secara acak, para Datuk
                  Panghulu Adat diundang untuk melewakan dalam perhelatan

                  mewah. Gagasan ini dirancang oleh orang-orang berdasi atas

                  restu Lembaga Pucuk Adat. Ini salah kamar! Istana bergonjong
                  itu adalah simbolnya kaum  fedal, bukan rumah  orang-orang

                  Demokrat Minangkabau. Pernah terjadi seorang Datuk di usir
                  Karena  tak  mau  mentipkan  kerisnya  di  pos  penjagaan.  Itu

                  aturan  protokoler  tidak  boleh  membawa  senjata  tajam

                  kedalam  ruangan.  Beliau  bersikukuh  bahwa  bagi  seorang
                  Panghulu keris adalah lambang kekuasaan. Datuk ini tak rela

                  menanggalkan  kekuasaan  hanya  untuk  pelantikan  seorang

                  Datuk Tituler. Beliau walk out!.












































                       260
                                  Yus Dt. Parpatih
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294