Page 116 - 5f871381b4cd9c6426e115cd17c3ac43
P. 116

92 |  Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2014

                     di antara tumbuhan berbunga. Anggota          kebutuhan sehari­hari, misalnya aren (Arenga
                     palem­paleman telah dijumpai semenjak         pinnata) dan sagu (Metroxylon sagu) sebagai
                     zaman Crateceus, kurang lebih 120 juta tahun   sumber karbohidrat berupa pati atau gula,
                     yang lalu.                                    kelapa (Cocos nucifera), dan kelapa sawit
                                                                   (Elaeis guineensis) sebagai sumber minyak
                         Tidak semua jenis palem berbentuk
                     pohon meskipun palem pada umumnya             (Witono 1998). Selain itu, juga sebagai bahan
                     mempunyai tubuh yang semampai. Ada            anyaman berkualitas tinggi (dari kelompok
                     jenis­jenis palem yang sifatnya merambat dan   rotan), bahan bangunan pengganti kayu,
                     memerlukan tanaman lain sebagai panjatan      seperti kelapa dan wanga (Pigafetta elata),
                     untuk hidupnya, jenis ini disebut rotan.      tanaman hias jalan ataupun taman seperti
                     Rotan merupakan tumbuhan khas tropika.        pinang merah (Cyrtostachys renda) serta untuk
                     Di Indonesia rotan tumbuh secara alami dan    upacara keagamaan seperti pinang hutan dan
                     tersebar luas di Jawa, Sumatra, Kalimantan,   daun lontar (Mogea 1991).
                     Sulawesi, dan Irian Jaya (Papua). Dalam           Rotan merupakan hasil hutan terpenting
                     klasifikasi tumbuhan, rotan termasuk anak     setelah kayu pada sebagian besar wilayah Asia
                     suku Calamoideae. Dransfield et al. (2008)    Tenggara. Tumbuhan rotan mempunyai nilai
                     dan Menon (1979) mengemukakan bahwa           sosial yang tinggi sebagai sumber penghasil­
                     di Asia  Tenggara  diperkirakan  terdapat     an bagi berbagai komunitas termiskin dalam
                     lebih dari 516 jenis rotan yang berasal dari   kawasan tertentu, namun secara tradisional
                     sembilan marga, yaitu Calamus, Daemonorops,     diabaikan dalam program­program kehutan­
                     Korthalsia,  Plectocomia,   Plectocomiopsis,   an yang disibukkan oleh niaga kayu (Siregar

                       Myrialepis, Calospatha, dan   Ceratolobus. Jenis   2005). Selain itu, juga rotan merupakan salah
                     rotan umumnya tumbuh pada tanah berawa        satu hasil hutan nonkayu yang potensial se­
                     kering hingga tanah pegunungan.               bagai penghasil devisa, namun keberadaan­
                         Palem sudah dikenal oleh masyarakat       nya di alam makin terancam akibat eksploitasi
                     Indonesia karena palem telah dibudidaya­      yang berlebihan. Salah satunya rotan manau
                     kan dan digunakan dalam berbagai aspek        (Calamus manan), rotan manau ini memiliki
                     kehidupan, baik dari segi ekonomi, perda­     kualitas batang terbaik sehingga memiliki
                     gangan maupun dari segi pemenuhan bahan       nilai ekonomi tertinggi dibandingkan dengan




                                                CONTOH TUMBUHAN ROTAN ENDEMIK
































                             Foto: Rustiami 2005
                             Calamus melanoloma, jenis endemik pulau Jawa yang ditemukan di Gunung Slamet
   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121