Page 176 - A Man Called Ove
P. 176

Fredrik Backman

              dia duduk di sebelah Sonja. Itulah satu-satunya keputusan
              terbaik yang pernah dibuatnya.

                  Ove tidak tahu yang hendak dikatakannya. Namun dia
              nyaris tidak sempat duduk, karena perempuan itu berpaling
              kepadanya dengan ceria, tersenyum hangat, dan berkata
              “halo”. Dan Ove mendapati dirinya mampu menjawab
              “halo” tanpa mengalami kesulitan apa pun. Dan ketika
              perempuan itu melihat Ove memandang tumpukan buku
              di atas pangkuannya, dia sedikit memiringkan buku-buku itu
              agar Ove bisa membaca judul-judulnya. Ove hanya memahami
              setengah dari kata-kata itu.
                  “Kau suka membaca?” tanya perempuan itu dengan ceria.

                  Ove menggeleng, sedikit tidak percaya diri, tapi
              perempuan itu seakan tidak terlalu peduli. Dia hanya
              tersenyum, berkata bahwa dia paling suka membaca
              dibandingkan segala hal lainnya. Lalu dengan bersemangat,
              mulai bercerita tentang buku-buku di atas pangkuannya satu
              per satu. Dan Ove menyadari bahwa seumur hidupnya dia
              ingin mendengar perempuan itu menceritakan hal-hal yang
              disukainya.
                  Ove belum pernah mendengar sesuatu yang begitu
              menakjubkan seperti suara itu. Perempuan itu bicara seakan
              dia terus-menerus hampir terkikik. Dan ketika dia terkikik,
              suaranya seperti gelembung-gelembung sampanye dalam
              bayangan Ove, seandainya gelembung-gelembung itu bisa
              tertawa.
                  Ove tidak begitu tahu apa yang harus dikatakannya
              agar dirinya tidak tampak tolol dan tidak terpelajar. Namun



                                        171
   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181