Page 178 - A Man Called Ove
P. 178
Fredrik Backman
“Aku sedang menjalani wajib militer di sana,” kata Ove
sambil melambaikan tangan dengan tidak jelas.
“Jadi, mungkin kita juga akan bertemu di kereta api dalam
perjalanan pulang. Aku pulang pukul lima ….”
Ove tidak bisa memikirkan apa pun untuk dikatakan.
Tentu saja dia tahu bahwa orang tidak pulang dari gedung
militer pukul lima, tapi jelas perempuan itu tidak tahu. Jadi
dia hanya mengangkat bahu. Lalu perempuan itu menaiki
bus dan menghilang.
Ove memutuskan bahwa ini jelas sangat tidak praktis
dalam banyak hal. Namun tidak banyak yang bisa dilakukan
untuk mengatasinya. Jadi dia berbalik, menemukan plang
yang menunjukkan jalan ke pusat kota pelajar kecil tempatnya
kini berada, yang berjarak setidaknya dua jam perjalanan dari
rumah. Lalu dia mulai berjalan kaki. Setelah empat puluh lima
menit, dia menanyakan jalan menuju satu-satunya penjahit di
area itu. Dan setelah akhirnya menemukannya, dia melangkah
masuk dengan bimbang untuk bertanya apakah mungkin
kemeja dan celana panjangnya diseterika dan, jika bisa, berapa
lama waktu yang diperlukan. “Sepuluh menit, jika ditunggu,”
jawab penjahit itu.
“Kalau begitu, aku akan kembali pukul empat,” kata
Ove. Lalu dia pergi berjalan kembali ke stasiun kereta api dan
berbaring di bangku ruang tunggu. Pada pukul tiga lewat
seperempat, dia berjalan kembali ke penjahit itu, meminta
agar kemeja dan celana panjangnya diseterika, sementara dia
duduk menunggu dengan bercelana-dalam di toilet karyawan.
Lalu dia berjalan kembali ke stasiun dan naik kereta api untuk
pulang bersama perempuan itu selama satu setengah jam,
173