Page 60 - Kepemimpinan Transformasional Pada Pelayanan Kesehatan Primer
P. 60
adalah memastikan setiap unit kerja tetap berada di
jalur visi yang sama, sementara tanggung jawab
operasional dan pengambilan keputusan teknis
didelegasikan secara penuh kepada koordinator
program atau tenaga kesehatan senior sesuai
kompetensi mereka.
Model kepemimpinan yang terdistribusi ini menjadi
sangat relevan dalam menghadapi kondisi
keterbatasan sumber daya yang kronis di layanan
primer. Dengan mendistribusikan peran
kepemimpinan, Puskesmas dapat meningkatkan
efisiensi koordinasi tanpa harus memperbesar
struktur birokrasi yang kaku. Hal ini selaras dengan
temuan oleh Tian et al. (2016) yang menunjukkan
bahwa distribusi kepemimpinan yang terencana
dapat meningkatkan efektivitas organisasi dan
komitmen profesional staf. Dengan memberikan
ruang bagi pemimpin informal di tingkat unit,
organisasi menjadi lebih cepat dalam merespons
masalah lapangan. Namun, Tian et al. (2016) juga
mengingatkan bahwa keberhasilan integrasi ini
sangat bergantung pada kejelasan mandat dan
kekuatan komunikasi lintas peran untuk mencegah
tumpang tindih kewenangan.
Implementasi model ini pada akhirnya menuntut
kepercayaan tingkat tinggi dari pemimpin kepada
stafnya. Menurut Gronn (2002), sinergi fungsional
seperti ini hanya dapat terjadi jika ada
ketergantungan positif antar anggota tim. Pemimpin
transformasional yang sukses adalah mereka yang
57

