Page 58 - Kepemimpinan Transformasional Pada Pelayanan Kesehatan Primer
P. 58

mereka     akan     lebih   berkomitmen      untuk
                    menjalankannya dibandingkan jika hanya menerima
                    instruksi satu arah.
                    Hal ini berkaitan erat dengan konsep Psychological
                    Empowerment  dari  Spreitzer  (1995).  Ketika  staf
                    merasa  memiliki  pengaruh  (impact)  dan  otonomi
                    dalam pekerjaannya, motivasi intrinsik mereka akan
                    meningkat  secara  drastis.  Staf  tidak  lagi  merasa
                    sebagai "sekrup" dalam mesin birokrasi, melainkan
                    sebagai subjek penggerak perubahan.


               N.  Menyeimbangkan  Partisipasi  dengan
                    Akuntabilitas

                    Tantangan  terbesar  dalam  pengambilan  keputusan
                    kolektif  adalah  risiko  kelambatan  eksekusi  atau
                    munculnya  fenomena  "tanggung  jawab  bersama
                    adalah  tanggung  jawab  tidak  ada  orang".  Oleh
                    karena itu, pemimpin transformasional harus mampu
                    menjaga keseimbangan yang presisi antara:
                     1.  Inklusivitas:  Memberikan  ruang  bagi  semua
                        profesi untuk berpendapat.

                     2.  Ketegasan:  Mengambil  keputusan  akhir  yang
                        berbasis    bukti   (evidence-based)     ketika
                        kesepakatan sulit tercapai.

                     3.  Akuntabilitas:  Memastikan  setiap  keputusan
                        diikuti dengan pembagian peran dan tanggung
                        jawab yang jelas.




                                                                    55
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63