Page 104 - MODUL GP MATEMATIKA SMA - E
P. 104
Kegiatan Pembelajaran 2
salah satu kaki sudut A dengan panjang ruas garis hasil proyeksinya di kaki
lainnya.
Fakta dipelajari dengan berbagai cara, misalnya menghafal, drill, kontes, dan
sebagainya. Peserta didik dikatakan telah menguasai suatu fakta jika ia dapat
menuliskan fakta itu dan menggunakannya dengan tepat dalam berbagai situasi.
2) Skills merupakan operasi, prosedur atau aturan-aturan rutin yang digunakan
untuk menyelesaikan soal matematika dengan cepat dan tepat. Banyak skills
dapat dispesifikasikan dengan sejumlahaturan atau perintah dan sejumlah
urutan langkah operasi yang dikenal dengan algoritma. Misalnya menggambar
grafik fungsi kuadrat dilakukan dengan menentukan koordinat titik potongnya
dengan sumbu koordinat, menentukan sumbu simetrinya, kemudian
menentukan koordinat puncak, dan untuk lebih bagus hasilnya menentukan
beberapa titik lain yang terletak pada grafik, baru kemudian menghubungkan
titik-titiknya yang berurutan dengan kurva yang kontinyu. Urutan langkah
dalam membagi sebuah sudut menjadi dua sudut sama besar, membagi sebuah
ruas garis menjadi dua ruas garis sama panjang, melukis segilima beraturan,
merupakan contoh lain dari skills yang ada algoritmanya.
Penguasan skilss dapat dilakukan dengan berlatih secara intensif berulang kali
dengan berbagai situasi. Skills dapat dipelajari melalui demonstrasi.Dalam
pembelajarannya disarankan agar belajar skills bukan sekedar “drills for the sake
of skills” tetapi juga sekaligus dasar yang digunakannya. Tanpa mengetahui
dasarnya, seringkali lupa jika beberapa waktu tidak digunakan. Tetapi dengan
memahami dasar atau “kata kuncinya”akan lebih mudah melakukannya kembali
jika urutan algoritma ada yang terlupa.
3) Belajar konsep adalah belajar tentang apakah sesuatu itu. Menurut Bell (1978)
konsep dalam matematika adalah ide abstrak yang memungkinkan orang dapat
mengklasifikasi objek atau kejadian di mana objek atau kejadian itu merupakan
contoh atau bukan contoh dari ide abstrak tersebut. Jadi konsep dapat
dipandang sebagai abstraksi pengalaman-pengalaman yang melibatkan contoh-
contoh tentang konsep itu. Konsep “bilangan” tidak harus diajarkan dengan
18

