Page 106 - MODUL GP MATEMATIKA SMA - E
P. 106

Kegiatan Pembelajaran 2



                      persegi  panjang  dan  persegi. Untuk  mempelajarinya  dibuatlah  “peta  konsep”,
                      yaitu suatu skema relasi antara bangun-bangun datar itu yang menggambarkan

                      divisi  (pembagian)  jenis  segi  empat.  Bahkan  dalam  topik  lain  dapat  muncul
                      konsep baru di antaranya segi empat siklik yang terkait dengan lingkaran atau
                      segi  empat  talibusur  karena  dikaitkannya  dengan  konsep  talibusur lingkaran.

                      Selain itu juga muncul segi empat tali busur. Dalam peta konsep bisa saja divisi
                      segi  empatnya  direlasikan  dengan  segi  empat  yang  terkait  lingkaran namun

                      nama peta konsepnya bukan lagi peta konsep divisi segi empat.
                      Menurut  Novak  (1984:15)  dalam Learning  How  to  Learn “Concepts  maps  are
                      intended  to  represent  meaningful  relations  between  concepts  in  the form  of


                      propositions” Peta konsep adalah suatu alat yang digunakan untuk menyatakan
                      hubungan  yang  bermakna  antara  konsep-konsep  dalam  bentuk  proposisi-
                      proposisi.  Proposisi-proposisi  merupakan  dua  atau  lebih  konsep-konsep  yang

                      dihubungkan  oleh  kata-kata  dalam  suatu  unit  semantik. Dalam  bentuk  paling
                      sederhana peta konsep dapat terbentuk oleh hanya dua konsep saja, misalnya
                      ungkapan:  “persegi  adalah  sebuah  bangun  datar”  atau  “  Jika ABCD  adalah

                      persegi, maka ABCD adalah sebuah bangun datar” konsep yang berelasi adalah
                      “persegi” dan “bangun datar”. Dinyatakannya juga, untuk memaksimalkan hasil

                      belajar menjadi belajar (yang lebih) bermakna (meningful learning) maka peta
                      konsep  hendaknya  disusun  secara  hirearkis,  yaitu  bahwa  konsep  yang  lebih

                      umum, paling  inklusif  (konsep  fokus  atau  konsep  utama) diletakkan  di  level
                      paling atas, dan memberikan identitas peta konsep yang bersangkutan Secara

                      berurutan diusahakan agar makin ke bawah diikuti dengan konsep yang lebih
                      spesifik.. Ada kalanya konsep-konsep yang sama, oleh orang lain menghasilkan

                      peta  konsep  yang  berbeda,  sebab  untuk  orang  itu  kaitan  konsep  yang
                      demikianlah  yang  bermakna.  Jadi  setiap  peta  konsep  memperlihatkan  kaitan-
                      kaitan konsep yang bermakna bagi orang yang menyusunnya.


                      Peta  konsep  itu  bermanfaat  untuk mempertimbangkan  pembelajaran  tentang
                      suatu  topik,  untuk  memudahkan  mana  yang  sebaiknya  dipelajari  dulu  oleh
                      peserta didik, atau bagaimana urutannya.








           20
   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111