Page 105 - MODUL GP MATEMATIKA SMA - E
P. 105
Modul Pelatihan Matematika SMA
mendefinisikan bilangan. Dari pengalaman belajar membilang, peserta didik
memahami makna bilangan. Mereka dapat membedakannya dengan yang bukan
bilangan. Menurut Ausubel seperti dikutip Cooney dkk. (1975) logika
pembelajaran demikian dinamakan pembentukan konsep (concept formation).
Di samping itu Ausubel juga menemukan kenyataan bagaimana seseorang
memahami konsep yang terkait konsep lain, yang disebut asimilasi konsep
(concept assimilation). Dalam hal ni konsep adalah makna atau arti suatu
ungkapan untuk menandai konsep tersebut. Pemaknaan ini sering diungkapkan
dengan “aturan” untuk membedakan yang termasuk konsep, yaitu yang
memenuhi aturan, atau yang tidak termasuk konsep, karena tidak sesuai aturan
atau definisinya. Orang membedakan lingkaran dengan bukan lingkaran, karena
untuk lingkaran harus dipenuhi aturan: titik-titiknya berjarak sama (tertentu)
terhadap sebuah titik tertentu. Konsep dapat dipelajari dengan mendengar,
mengotak-atik, mendiskusikan dengan orang lain, mencari contoh serupa dan
sebagainya.
Pendekatan pembelajaran konsep dapat dilakukan dengan:
Percontohan
1) pemberian contoh, dengan atau tanpa alasan,
2) pemberian non contoh dengan atau tanpa alasan, dan
3) pemberian contoh penyanggah
Karakterisasi
1) definisi,
2) syarat cukup,
3) syarat perlu,
4) syarat perlu dan cukup,
5) syarat tak perlu dan tak cukup, dan
6) membandingkan dan mempertentangkan
Banyak konsep yang merupakan gabungan dari konsep lain yang lebih
sederhana. Ketika mempelajari segi empat, konsep pendukungnya adalah garis
atau ruas-ruas garis dengan syarat tertentu. Ketika sudah terbentuk segi empat,
maka muncul konsep lain, di antaranya kesamaan (panjang sisi, besar sudut)
dan kesejajaran. Muncullah konsep trapesium, jajar genjang, belah ketupat,
19

