Page 18 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 18

b

                                                                                                                       I
                                                                                                                  Bab III
                                                                                                                  B
                                                                                                                   a
                                                                                                     Co b aa n
                                                                                                             P er t a m a





                                                                                            “Huh!”
                                                                                               alu  menggerutu  sambil  menyentakkan  ritsleting
                                                                                            Jjaketnya  ke  bawah  dengan  kasar.  Dia  lantas
                                                                                            melempar jaket sembarangan.

                                                                                                “Euh,  kok  lempar-lempar.  Pamali  atuh,”  tegur
                                                                                            Ambu.

                                                                                                Jalu  melirik Ambu. Wajah  Ambu  ditunjang  oleh





                                                                                            hidungnya yang  mancung  dan garis  rahangnya yang




                                                                                            tegas. Ia memakai motif  baju  kebaya yang  sudah  pudar.



                                                                                            Namun, kesan bersih  teta  melekat. Tangannya terlihat


                                                                                            tak berhenti menjalin bilah-bilah  bambu  menjadi


                                                                                            anyaman, menambah  kesan bahwa Ambu  sangat  lincah





                                                                                            dancekatan. Sementara, bibirnyamenyungging senyum.



                                                                                                Jalu  diam, tak menanggapi.  Dalam hati, Jalu


                                                                                            bersyukur Ambu  tidak marah.  Dan memang, Ambu




                                                                                            jarang  sekali marah.  Melihat  itu, Jalu  malah  berjalan


                                                                                            mendekati jendela.

                                                                                                                                  Bab 2    11
                                                                                                                           Cobaan Pertama
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23