Page 478 - THAGA 2024
P. 478
kuah daging dari santan, potongan daging, telur ayam rebus
setengah, taburan seledri, bawang goreng, dan tauge kecil.
Khusus untuk tauge kecil, Nastiti tidak suka.
“Terimakasih, ya, Gal. Sudah dipisahin tauge kecilnya.”
Bibirnya merapatkan do’a. Setelahnya tangannya memeras
jeruk nipis ke dalam mangkuknya. “Nih, aku kasih kecap,
Gal.” Kembali tangannya menuangkan dua sendok kecap ke
mangkukku.
Setelah menandaskan semangkuk soto daging. Kami
menikmati minuman serba berbahan dasar susu. Aku memilih
STMJ, dengan telur ayam. Rasa jahenya kerasa, selain untuk
mengurangi rasa lelah, cocok untuk diminum di daerah berhawa
dingin seperti kota Batu. Sedangkan Nastiti memilih es krim
susu rasa matcha, dingin-dingin minum es krim, untung cantik.
Puas memenuhi hak tubuh, kami segera meninggalkan riuh
geliat Kota Batu. Kendaraanku memindahi kami menuju Kota
Jenggala. Hanya butuh waktu dua jam perjalanan hingga kami
sudah sampai rumah singgah yayasan. Nastiti berjalan duluan,
sedangkan aku mengekor di belakang dengan membawa
barang belanjaan.
“Kak Nastiti, lama banget gak ketemu. Kangen tau, Kak,”
ujar Selin lalu memeluk dan cipika-cipiki pada Nastiti. Selain
sering memberi berbagai macam program pelatihan untuk para
ibu hamil di sini, Nastiti juga merupakan donatur tetap yayasan.
“Iya, loh, Kak. Kangen. Ini kenapa kok tumben pakai
kebaya, Kak?” tanya Davina seraya memeluk dan cipika-cipiki
pada Nastiti.
“Sama, nih, kangen juga sama kalian. Alhamdulillah, tadi
pagi wisuda,” jawab Nastiti.
“Wah, wah, wah. Selamat, ya, Kak. Berarti sudah sahj adi
master sekarang?” tanya Selin yang tampak paling ceriwis.
470 THAGA
GALGARA