Page 66 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 66
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
ayam berdasarkan fakta riel adalah 695.000 atau selisih 95.000 (695.000=600.000). Apabila
dilakukan penghitungan berdasarkan rata-rata, maka pada ayam ras petelur komersial kelamin
jantan, menghabiskan biaya pakan sebesar 3.389 x Rp 6.000,00 = Rp 20.334,00. Harga ayam
dengan bobot 6 sampai dengan 8 atau bobot akhir 7 ons adalah Rp 30.000,00. Maka
diperoleh IOFC sebesar Rp 9.666,00 per ekor.
Ayam Hibrida Bangkok-Buras
Kematian sebanyak 6 ekor (30%) menyebabkan IOFC minus. Dari data hibrida ayam
Buras Bangkok tersebut, selain kematian distribusi dan keragaman bobot badan ayam juga
berpengaruh pada IOFC. Ayam hibrida Buras Bangkok memiliki keragaman (standar
deviasi) sebesar 6.890 gram dengan rata-rata bobot badan 409,100 gram. Rata-rata harga
sudah berada di bawah Rp 25.000,00 per ekor. Total harga pendekatan berdasarkan rata-rata
adalah 14 x 25.000= 350.000. Harga yang dihitung berdasarkan harga rata-rata ternyata
mempunai selisih 13.000 (363.000 – 350.000)
IOFC Ayam Hibrida Bangkok-Buras, berdasarkan rata-rata
Pakan yang dihabiskan oleh ayam hibrida Bangkok Buras 3.089 dengan nilai biaya pakan
3.089 x Rp 6.000 = Rp 18.534,00 Bila Harga ayam hidup 5,5 ons Rp 25.000,00, maka IOFC
berdasarkan rata-rata sebesar Rp 6.466,00 per ekor.
4. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Penelitian ini memberikan kesimpulan sebagai berikut :
1. Pertambahan bobot badan ayam hibrida Bangkok-Buras relative lebih rendah, apabila
dibandingkan dengan ayam ras petelur komersial kelamin (sex) jantan. Perbedaan
tersebut selain disebabkan pada : a) perbedaan bobot badan anak ayam umur sehari
(day old chick), b) konsumsi pakan, c) genetic yang berbeda pada kedua jenis ayam,
2. Income Over Feed Cost (IOFC) pada ayam ras petelur komersial kelamin jantan
sampai dengan 8 minggu pemeliharaan per 20 ekor adalah Rp 262.537, sedangkan
pada ayam hibrida Bangkok-Buras terjadi kerugian, karena ayam rentan terhadap
penyakit. Melalui perhitungan berdasarkan ayam yang hidup, maka pada ayam hibrida
Bangkok-Buras masih terjadi IOFC sebesar Rp 6.466,00 per ekor.
Saran
IOFC merupakan metoda penghitungan keuntungan secara cepat, hanya didasarkan
pada satu variabel yakni konsumsi pakan. Kondisi konsumsi pakan sendiri, merupakan
variabel yang akan beragam tergantung pada manajemen pemeliharaan (terutama kualitas
pakan dan cara pemberian pakan, jumlah ayam dalam satu flok, banyaknya ayam yang
dipelihara). IOFC yang secara perhitungan rata-rata tinggi, namun karena manajemen lain
yang banyak mengakibatkan kematian, maka penghitungan secara holistic (keseluruhan)
menjadi minus.
Daftar Pustaka
Anggorodi, R., 1995. Ilmu Makanan Ternak Unggas. Penerbit Universitas Indonesia.
Dicky Pamungkas, L. Affandhy, U. Umiyasih dan A. Rasyid, 2000. Observasi Performan
Ayam Buras Muda Persilangan Arab-Kedu Putih Dalam Kondisi On Farm Di
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 55

