Page 213 - Perspektif Agraria Kritis
P. 213

Perspektif Agraria Kritis



              mengambil tanah itu dengan mengaku-aku sebagai penerima
              hibah tanah dari H. Bahrowi. Mereka bahkan telah menjual
              tanah tersebut kepada pihak lain.

                     Pertanu bersama Petani berhasil membuktikan bahwa
              keterangan hibah yang disampaikan Bahruddin cs itu adalah
              palsu. Keduanya juga berhasil memperoleh surat keterangan
              Kepala  Desa  Jajag  dan  Camat  Gambiran  yang  memperkuat
              bukti kepalsuan hibah tersebut. Berdasarkan bukti-bukti  yang
              berhasil dikumpulkan, Pertanu dan Petani mengeluarkan surat
              bersama yang berisi dua item tuntutan. Pertama, “agar [pihak]
              yang berwajib mengambil tindakan hukum terhadap orang-
              orang  yang  menjual  tanah  tersebut  di  atas…”  Selanjutnya,
              “minta  dengan  hormat  agar  yang  berwajib  memerintahkan
              agar tanah-tanah tersebut di atas dikerjakan kembali oleh para
                                    22
              penerima redistribusi.”
                     Kasus ini menjadi rumit karena aparat kepolisian dan
              militer setempat berusaha untuk campur tangan. Komandan
              Kepolisian Distrik Bangorejo bahkan memberi perintah lisan
              untuk menyita surat-surat beslag (SK) dari tangan para petani
              penerima redistribusi. Sejalan dengan itu, Komandan Rayon
              Militer  Bangorejo  juga  mengeluarkan  larangan  penggarapan
              tanah kepada para penerima redistribusi tersebut.
                     Campur  tangan  kedua  instansi  tersebut  tidak  luput
              dari  catatan keprihatinan dua organisasi tani ini. Dalam  surat
              bersama  yang  dikeluarkan  oleh  Pertanu  dan  Petani  Ranting
                                                                        23
              Sukorejo  atas  nama  “Panitya  Landreform  Desa  Sukorejo”
              (tanggal  surat  tidak  terbaca  lagi  karena  bagian  itu  dimakan
              kutu), tercantum beberapa butir pernyataan berikut ini:


              22  Dikutip dari Surat Tuntutan Petani dan Pertanu Ranting Sukorejo,
              tertanggal13  November  1966.  Terima  kasih  pada  A.  Nashih  Luthfi
              yang telah berbagi dokumen ini.
              23   Terima  kasih  disampaikan  kepada  A.  Nashih  Luthfi  yang  telah
              berbagi dokumen ini.


                                          148
   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218