Page 211 - Perspektif Agraria Kritis
P. 211

Perspektif Agraria Kritis



              tidak  bergerak  sendirian,  melainkan  “berkonsultasi  terlebih
              dahulu dengan Pertanu dan Petani jika akan mengadakan aksi-
                                                          21
              aksi mensukseskan pelaksanaan Landreform”.
                     Seperti terlihat, penentangan kedua organisasi tani ini
              terhadap “aksi sepihak” BTI dinyatakan secara lunak dan lebih
              bersifat  himbauan.  Belum  diketahui,  apakah  sebelum
              peristiwa “G30/S/PKI” bentrok fisik pernah  terjadi di antara
              BTI dengan kedua organisasi ini. Jika tidak, maka itu adalah
              gambaran dari konfigurasi riil di lapangan di mana kekuatan
              BTI memang jauh mendominasi.
                     Tidak  ada  dokumen  yang  bisa  ditemukan  mengenai
              apa  saja  aksi  Pertanu  Banyuwangi  dalam  memperjuangkan
              pelaksanaan  land  reform  sampai  dengan  pertengahan  1965.
              Dokumen yang berhasil dilacak justru adalah kiprah Pertanu
              pasca  “tragedi  nasional  1965”,  yakni  ketika  Pertanu  berjuang
              melawan pihak-pihak yang berusaha mengambil tanah-tanah
              yang telah diterima petani selama pelaksanaan land reform.

                     Beberapa  kasus  diangkat  Luthfi  (2017)  terkait  kiprah
              Pertanu Banyuwangi dalam pengertian ini—dua di antaranya
              akan dikutip di sini. Pertama adalah kasus tanah eks erfpacht di
              afdeling Wadung Barat, desa Kaligondo. Tanah ini sejak masa
              Jepang telah dikuasai rakyat. Pasca nasionalisasi tahun 1958,
              seluruh  areal  perkebunan  berada  di  bawah  pengelolaan  PPN
              XVI. Meski demikian, tanah di afdeling Wadung Barat tetap
              dikuasai  dan  dimanfaatkan  rakyat  hingga  berkembang
              menjadi sebuah perkampungan.
                     Ironisnya, peristiwa “G/30S/PKI” berusaha dipakai oleh
              pihak  PPN  XVI  untuk  mengambil  alih  tanah  di  afdeling
              Wadung Barat itu. Pihak perusahaan bahkan telah membuat
              lobang-lobang di atas tanah pertanian rakyat untuk ditanami

              21   Dikutip  dalam  berita  “BTI  Masih  Lakukan  Aksi-aksi  Sepihak,”
              Antara, 5 Januari 1965. Terima kasih kepada A. Nashih Luthfi yang
              telah berbagi dokumen ini.


                                          146
   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216