Page 207 - Perspektif Agraria Kritis
P. 207

Perspektif Agraria Kritis


                     dan Undang-Undang Perjanjian Bagi Hasil dapat
                     diwujudkan dengan segera sesuai dengan jiwa
                     dan tujuan Undang-Undang itu sendiri, tidak
                     diselewengkan  dan  tidak  disalahgunakan.
                     Misalnya sesudah redistribusi tanah, ada istilah
                     sekarang ‘tani tangan halus’ karena pembagian
                     tanah yang mestinya jatuh di tangan penggarap
                     tapi jatuh  di tangan orang-orang  yang bukan
                     petani.”  (Dikutip  dari  Luthfi  2017:  147  dengan
                     penyesuaian ejaan)
                     Dalam  suasana  ketika  letupan  kekerasan  merebak  di
              mana-mana  seiring  mobilisasi  “aksi  sepihak”  dan  perlawanan
              terhadapnya, pidato pucuk pimpinan Pertanu di atas memiliki
              signifikansi politik tersendiri. Yakni, satu pesan yang sangat tegas
              bahwa NU mendukung pelaksanaan land reform.
                     Aksi “gontok-gontokan” rupanya terus saja berlanjut di
              sepanjang  tahun  1964.  Hal  ini  mendorong  Presiden  Soekarno
              memanggil  semua  pimpinan  partai  ke  Istana  Bogor  pada  12
              Desember 1964. Para pimpinan partai itu diperintahkan untuk
              menahan diri serta mencegah para pengikutnya dari berbuat
              aksi kekerasan lebih lanjut. Dari forum ini lahirlah Deklarasi
              Bogor yang berisi komitmen semua pihak untuk meredam aksi-
              aksi kekerasan (Luthfi 2017: 150).

                     Menyusul  Deklarasi  Bogor  ini,  pada  18-19  Januari  1965
              Dewan Pertimbangan Agung mengelar sidang yang membahas
              evaluasi pelaksanan  land  reform  dan upaya  penghentian  aksi
              “gontok-gontokan”.  Mendapatkan  sorotan  atas  keterlibatan
              anggota NU dalam aksi kekerasan, Ketua Umum Partai NU,
              KH.  Idham  Chalid,  menyampaikan  ketegasan  sikap  sebagai
                     19
              berikut.

              19   Semua  kutipan  dari  sidang  ini  berasal  dari  dokumen  notulensi
              Sidang  I  Dewan  Pertimbangan  Agung,  18-19  Januari  1965.  Penulis
              menyampaikan  banyak  terima  kasih  kepada  M.  Nazir  Salim  yang
              telah berbagi dokumen ini.


                                          142
   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212