Page 38 - Renstra SMAN CMBBS publish
P. 38
Kekuatan : 1. Sebagian besar guru (96,13%) telah menerapkan pendekatan
saintifik, dan merdeka mengajar/belajar.
2. Mengembangkan peluang peserta didik untuk merdeka belajar
melalui aktivitas
• mengingat
• memahami,
• menerapkan,
• menganalisis,
• mengevaluasi,
• mencipta.
Kelemahan : Sebagian kecil guru melaksanakan pemelajaran belum
meperhatikan kompetensi berpikir level tinggi, dan menindaklanjuti
hasil asesmen diagnostic profile pelajar maupun asesmen
diagnostic pengetahuan murid.
Kesimpulan : Berdasarkan data pencapaian hasil belajar peserta didik dapat
disimpulkan bahwa hasil pencapaiaan dalam standar proses telah
mencapai target seperti yang ditetapkan sekolah dalam posisi amat
baik 96,13%.
4. Profil Pemenuhan Standar Penilaian
Standar penilaian pendidikan adalah kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat,
prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang
digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian adalah
proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil
belajar peserta didik.
Penilaian/Asesmen meliputi asesmen diagnostic, asesmen formatif, dan
asesmen sumatif. Asesmen diagnostic untuk mengetahui profil murid (gaya belajar)
maupun pengetahuan awal murid. Asesmen formatif dilakukan selama proses
pembelajaran sebagai bahan refleksi dan perbaikan pembelajaran yang dilakukan
dengan menggunakan pendekatan penilaian otentik (authentic assesment) yang
menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan
penilaian ketiga komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan
perolehan belajar peserta didik yang mampu menghasilkan dampak instruksional
(instructional effect) pada aspek pengetahuan dan dampak pengiring (nurturant effect)
pada aspek sikap. Hasil penilaian otentik digunakan guru untuk merencanakan program
perbaikan (remedial) pembelajaran, pengayaan (enrichment), atau pelayanan
konseling. Asesmen Sumatif digunakan sebagai penilaian setiap akhir lingkup materi
dan laporan hasil belajar.
Asesmen formatif dan sumatif dilakukan saat proses pembelajaran dan akhir
lingkup materi dengan menggunakan alat: lembar pengamatan, angket teman sebaya,
rekaman, catatan anekdot, dan refleksi. Asesmen sumatif sebagai hasil pembelajaran
dilakukan saat di akhir lingkup materi pelajaran dengan menggunakan metode dan alat:
tes lisan/perbuatan, tes tulis, portfolio, atau proyek. Hasil asesmen sumatif diperoleh
dari hasil asesmen setiap lingkup materi. Jika hasil asesmen sumatif setiap lingkup
materi peserta didik sudah mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran, maka
asesmen sumatif akhir semester boleh tidak dilakukan.
RKJM SMAN CMBBS 29 Edi Supriyanto, M.Pd.