Page 185 - Sejarah Daerah Lampung
P. 185
166
juga prasarana persekol (gedung sekolah beserta alat-alat perleng-
kapannya). Semua prasasrana tadi dibangun untuk mendukung ber-
hasilnya usaha Belan.ci:t di bidang perekonomian. Pembangunan jalur
jalan kereta api yang menghubungkan Panjangffelukbetung dengcin
Palembang misalnya adalah demi lancarnya pengangkutan hasil-h~stl
kebon dari Lampung ke pelabuhan Palembang. Demikian pula latar be-
lakang didirikannya pelabuhan Panjang di permulaan a bad ini. Adan ya
1
perkembangan pendidikan saat itu antara lairi .carena ondememing
banyak . rnemerlukan tenaga-tenaga untuk menjadi pekerja yang
dipandang lebih menguntungkan daripada tenaga-tenaga yang bukan
terdidik. Untuk daerah Lampung ini onderneming (perkebunan) kare_t
yang banyak memakan. tenaga. Di antara ondememing. yang ada,
onderneming karet di Tanjungkarang ~ Talang Padang temyata pa-
ling banyak minta tenaga daerah tersebut.
Pada mulanya sekolah-sekolah waktu itu hanyalah menerima mu-
- ..
rid-murid dari kalangan atas saja (serendah-rendahnya) .anak bupati.
Tapi kemudian juga menerima murid-murid"dari kalangan masyarakat
biasa. Pada awal abad ke dua puluh terdapat tiga jenis sekolah dasar,
· masing-masing ELS (Europesche Lagere School), ELS untu1c anak-
anak Belanda, Sekolah Angka I atau ms (HollandSch Inlandsch
School) clan sekolah angka I~ (dua). Pada sekolah terakhfr ini bahasa
11
Belanda tidak diajarkan, sedangkan pada ms diajarkan bahasa Be- .
Ianda.
•
Di daerah Lampung iniplll, pada permulaan abad ke-20 mulai
dibuka sistem pendidikan modern. Sebagaimana sekolah-sekolah di
banyak daerah lain seluruh Indonesia, maka sekolah pendidikan di
Lainpung pun pada mubnya hanyalah ~tuk memenuhi kebutuhan
akan tenaga pegawai rendahan di kalcwgan pemerintahan.
Hingga masuk clan berkuasanya Jepang, di <laerah ini (Lampung)
'
terdapat dua buah sekolah ELS (Sekolah Dasar berbahasa Belanda),

