Page 20 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 20

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik  | 15



                     hubungan   dengan   berbagai   team,   organisasi   matriks,   dan
                     sebagainya,
                  c.   Mendesain pekerjaan agar para pegawai dalam organisasi dapat
                     menyelesaikan tugasnya dengan baik,
                  d.   Proses  yang  biasa  membentuk  struktur  organisasi  (misalnya,
                     bagaimana   membuat   keputusan,   bagaimana   akuntalibilitas
                     didistribusikan   secara   luas,   bagaimana    peranan    yang
                     responsibilitas ditentukan secara jelas).
              2.   Staffing
                  a.  Type  penerimaan pegawai baru (misalnya, jangka  pendek  atau
                     jangka  panjang,  fulltime  atau  parttime,  mengontrak  pegawai
                     atau  menyewa  pegawai  (outsourcing),  berfokus  pada  pekerjaan
                     atau pada karier, prespektif pelanggan),
                  b.   Prosedur    merekrut    dan    mensosialisasikan    pegawai    baru
                     (misalnya, orientasi, sosialisasi, dan memberikan nasehat),
                  c.   Mendesain   jalan   dan   jenjang   karier   di   dalam   organisasi
                     (misalnya,  dengan  satu  fungsi  atau  beberapa  fungsi  yang
                     berbeda),
                  d.   Proses  rangkaian  perencanaan  (misalnya,  penyusunan  sistem,
                     keterlibatan  manajer  senior,  integrasi  perencanaan  yang
                     strategis,   keterkaitan   program   pengembangan,   menekankan
                     pada  perencanaan  internal    atau    perencanaan  eksternal
                     organisasi),
                  e.   Tipe-tipe  program  mengakhiri  masa  kerja  pegawai  (misalnya,
                     memberhentikan, downsizing, pensiun lebih awal).
              3.  Pengembangan pegawai dan organisasi
                  a.  Hasil   yang   diinginkan    dari   pengembangan     (misalnya,
                     kemampuan       konseptual,   mengembangkan       keterampilan,
                     perubahan sikap, pengembangan tim, pemecahan masalah),
                  b.   Tipe-tipe  partisipasi  dalam  program  pengembangan  (misalnya,
                     pegawai baru, supervise pada tingkat pertama, manajer tingkat
                     menengah, dan top eksekutif),
                  c.  Tipe-tipe   pengembangan,       dan     bagaimana      program
                     diintegrasikan ke dalam strategi organisasi,
                  d.   Melakukan program latihan (misalnya staf pengajar dan fasilitas
                     internal atau staf pengajar dan fasilitas eksternal, menggunakan
                     manajer lini),
                  e.   Evaluasi  program  (untuk  menilai  perubahan  pada  kinerja
                     pegawai atau kinerja organisasi),
                  f.   Alternatif-alternatif pengembangan yang biasa dilakukan dalam
                     kompetisi  organisasi  (misalnya,  mengarahkan  kinerja  pegawai
                     secara fungsional, tugas khusus).
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25