Page 182 - PDF Compressor
P. 182
wartawan atas tulisan berita yang pasca munculnya televisi dan radio
menjadi ‚cepat basi‛. Surat kabar harian memiliki waktu lebih kurang 24
jam untuk menunjukkan tingkat aktualitas informasi, tetapi televisi dan
radio bisa per detik, bahkan dapat menyiaran langsung dari TKP (tempat
kejadian perkara). Oleh karena itu, jika surat kabar menyajikan berita
yang sama dengah televisi dan radio, maka pembaca akan
memperlakukannya dengan sebelah mata.
Selain secara substansial, seperti diungkapkan Wolfe seorang
ilmuwan yang menjadi inspirator dalam new journalism, ia mengakui
prustasi dengan gaya penulisan lama karena tidak dapat mengakomodasi
kemampuannya untuk mempertunjukkan kembali atsmosfer fakta
lingkungan. Jawaban untuk keprustasiannya itu lahirlah feature.
Kisah yang diangkat dalam feature, menurut Santana (2008),
bersifat kemanusiaan, panjang, cukup lengkap, dan kerap
menyembunyikan pengalaman sentimental orang-orang biasa yang
terlibat dalam suatu tragedi atau peristiwa luar biasa. Dengan tema
human interest yang diangkat, para penulis feature dapat memperlihatkan
kemampuan mengolah berita dan mendramatisasi kisah-kisah
kemanusiaan dengan kata-katanya. Isi tulisan mengeksplorasi minat
pembaca pada manusia lain dan mengingatkannya untuk berbagi
pengalaman kemanusiaan. Dalam feature, Aktualitas ‚waktu‛ bukan
sebuah elemen utama yang biasa diberlakukan pada setiap penulis hard
news. Ketekunan memungut hal-hal spesifik ketika berada di lokasi
observasi juga menjadi aspek penting dalam membuat suatu feature.
Feature adalah kategori lain penulis koran yang tadinya
mengedepankan model pemberitaan hard news. Ia ditempatkan di bagian
berita ringan dan dimasukkan dalam daftar item berita yang tidak diburu-
buru. Berita yang diangkat bertema kemanusiaan, panjang, cukup
lengkap, dan kerap menyembunyikan pengalaman sentimentil orang-
orang biasa yang terlibat dalam suatu tragedi atau peristiwa luar biasa.
Dalam agenda reportase itulah, dalam banyak kasus, ia memberi
seseorang keleluasaan ruang untuk menulis.
Penulisan feature menjalin banyak kejadian dan komentar tokoh-
tokoh menjadi sebuah cerita. Umumnya tulisan diawali dengan pembuka
kisah tidak langsung, diikuti sebuah insiden atau anekdot yang mewakili
tema pokok. Tubuh tulisan berisi insiden-insiden lanjutan, sejumlah
kutipan dan pokok berita. Bagian penutup meringkas kembali seluruh
materi atau memasukkan klimaks.
Oleh karena itu, Romli ((2003:57) menegaskan, untuk menyiapkan
sebuah feature dibutuhkan ketekunan dalam mencari bahan yang
berbobot dan mendetail. Bahan-bahan itu meliputi babak-babak dalam
180