Page 26 - PDF Compressor
P. 26

mengumpulkan dan menganalisis informasi, melakukan eksperimen (jika
                  diperlukan), membuat inferensi, dan  merumuskan kesimpulan. Sudah
                  barang tentu, metode penyelidikan yang digunakan, bergantung kepada
                  masalah yang sedang dipelajari.
              4.  Menghasilkan produk/karya dan memamerkannya. PBI menuntut siswa
                  untuk menghasilkan produk  tertentu dalam bentuk  karya nyata atau
                  artefak dan peragaan  yang menjelaskan  atau  mewakili bentuk
                  penyelesaian masalah yang  mereka temukan. Produk tersebut dapat
                  berupa transkrip debat seperti pada pelajaran ”Roots and  Wings.”
                  Produk itu dapat juga berupa laporan,  model fisik, video maupun
                  program komputer. Karya  nyata dan  peragaan seperti yang akan
                  dijelaskan  kemudian,   direncanakan  oleh    siswa   untuk
                  mendemonstrasikan  kepada teman-temannya yang lain tentang apa
                  yang telah mereka pelajari  dan menyediakan suatu alternatif segar
                  terhadap laporan tradisional atau makalah.
              5.  Kerja-sama. Seperti halnya model pembelajaran kooperatif, PBI dicirikan
                  oleh siswa yang bekerja sama satu dengan yang lainnya, paling sering
                  secara berpasangan atau  dalam kelompok kecil. Bekerja  sama
                  memberikan motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas-
                  tugas kompleks dan memperbanyak peluang untuk berbagi inkuiri dan
                  dialog dan untuk menggambarkan keterampilan sosial dan keterampilan
                  berpikir.
                     Hal yang  senada dikemukakan  pula  oleh Barrows  dan Tamblyn
              (1980) sebagai berikut:
              1.  Model pengajaran yang lebih berbasis  siswa dibanding dengan
                  pengajaran tradisional satu arah.
              2.  Pembelajaran dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil.
              3.  Guru berfungsi sebagai pengarah atau fasilitator.
              4.  Persoalan yang diberikan menjadi fokus dan stimulus pembelajaran.
              5.  Permasalahan yang diberikan menjadi sarana membangun kemampuan
                  pemecahan masalah.
              6.  Informasi baru diperoleh melalui belajar mandiri.Siswa sebagai subjek
                  pembelajaran yang aktif.
              7.  Guru hanya bertugas sebagai fasilitator atau pembimbing.
              8.  Siswa belajar secara aktif dengan menghadapi permasalahan yang ada
                  dalam kehidupan nyata dibanding dengan cara “digurui”.
              9.  Memberikan pembelajaran yang mendalam dibanding dengan kuliah
                  yang hanya menyentuh permukaan.




              14     Implementasi Model-Model Pembelajaran. . . .
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31