Page 55 - Mengungkap-Kerancuan-Pembagian-Tauhid-Kepada-Uluhiyyah-Rububiyyah-dan-al-Asma-Wa-ash-Shifat-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA-277-Hal
P. 55
Mengungkap Kerancuan Tiga Tauhid | 53
Sabab Syar‟i. Seandainya tawassul bukan sebab syar‘i, maka
Rasulullah tidak akan mengajarkan orang buta yang datang
kepadanya supaya bertawassul dengan Rasulullah sendiri.
Dalam hadits shahih diriwayatkan bahwa Rasulullah
mengajarkan kepada seorang buta untuk berdo'aْ dengan
mengucapkan:
ٍ
ِ
ِِ
ِ
ِِِ
ْدميزْيَْةحْرلاْ ِِ بينْدميزْانيبنبْكيَ لإْو جو تَأوْكُ لَ أسَأْهيإْمهّ للا
ُ َُ
ّ َ
َ َْ
ُ
َ َ ْ ْ
َ َُ َّ َ َ ْ ُ َ َ
ّ
ِ
ِِ
ِ ِ
ِ
. ْ ِ ورْىضق تلْ ِ تيجاحْفيْ ِ بيرْ َ هذإْكبْو جو تَأْهيإ
َ ُْ
َ ّ
َ ُ َ ْ
ْ
ْ َ َ ْ َّْ
“Ya Allah aku memohon dan memanjatkan do'a kepada-Mu
dengan Nabi kami Muhammad; Nabi pembawa rahmat,
wahai Muhammad, sesungguhnya aku memohon kepada
Allah dengan engkau berkait dengan hajatku agar
dikabulkan”.
Orang tersebut melaksanakan petunjuk Rasulullah ini.
Sahabat Rasulullah ini adalah seorang yang buta yang ingin diberi
kesembuhan dari butanya. Akhirnya ia diberikan kesembuhan
oleh Allah di belakang Rasulullah (tidak di hadapan Rasulullah),
kemudian ia kembali ke majelis Rasulullah dalam keadaan sembuh
dan dapat melihat.
Salah seorang sahabat lain yang menyaksikan langsung
peristiwa ini, --karena pada saat itu sedang berada di majelis
Rasulullah--, di kemudian hari, -setelah Rasulullah wafat-, yaitu
pada masa Khalifah ‗Utsman ibn ‗Affan, sahabat Rasulullah ini
mengajarkan petunjuk ini kepada orang lain. Pada saat itu,
Khalifah ‗Utsman ibn ‗Affan sedang sibuk dan tidak sempat
memperhatikan orang yang sangat ingin bertemu dengannya ini.
Maka orang ini melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan
oleh sahabat buta di masa Rasulullah seperti yang tersebut di atas.