Page 60 - Mengungkap-Kerancuan-Pembagian-Tauhid-Kepada-Uluhiyyah-Rububiyyah-dan-al-Asma-Wa-ash-Shifat-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA-277-Hal
P. 60

58 | Mengungkap Kerancuan Tiga Tauhid

                                   ِ ِ ِ ِ
                                                            ِ ِ ُّ
                 ْنوع بسْوَ لْرفغ تساوْوهجوبْويَ لعْاللْلب قَأْ،تنَأْ  لاإْبو نذلا
                                                   ْ
                  َ
                                                                 ُ
                                                         ْ
                             َْ َ
                                     ْ َ ْ َ ُ َ َ
                                                       َ
                                                                 ْ
                    ُْ َْ ُ َ ْ َ
                                                            ٍ
                                 ِ
                 ْنباوْءاعدلاْفيْهيار بّ طلاوْدنسمْ لاْفيْدحْأْهاو ْ ر(ْ"كَ لمْفْ لَأ
                                                  ُ ْ
                                                               َ َ
                                         َ
                                ّ ََ
                                                        َ ُ َ
                                           ُ
                 ْيبكلاْ تاوعدلاْ فيْ يقهيبلاوْ ةليللاوْ مويلا ْ لمعْ فيْ ِِ نسلا
                                                                  ُّ
                                                                 ّ
                                                                ّ
                                    ّ
                 ْظفامحاوْرجحْنباْظفامحاْون ْ سحو ْ ةٍدزخْنباْوااصْ، مىيغو
                                            َ
                                                          ّ
                                                     ِ
                 ْيطايمدلاْ ظفامحاوْ يقارعلاْ ظفامحاوْ يسدقمْ لاْ نسمحاْ وبأ
                                                       َ
                                   ّ
                                                  ّ
                  ّ
                                                              .)مىيغو
                  “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk melakukan
                  shalat  (di  masjid)  kemudian  ia  berdo‟a:  “Ya  Allah
                  sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan derajat orang-
                  orang yang saleh yang berdo'a kepada-Mu (baik yang masih
                  hidup  atau  yang  sudah  meninggal)  dan  dengan  derajat
                  (kebaikan) langkah-langkah perjalananku ini, sesungguhnya
                  aku keluar rumah bukan untuk menunjukkan sikap angkuh
                  dan  sombong,  juga  bukan  karena  riya‟  dan  sum'ah,  aku
                  keluar rumah untuk menjauhi murka-Mu dan mencari ridla-
                  Mu,  maka  aku  memohon  kepada-Mu  agar  Engkau
                  menyelamatkan  aku  dari  api  neraka  dan  agar  Engkau
                  mengampuni  dosa-dosaku,  sesungguhnya  tidak  ada  yang
                  mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau”, Maka Allah akan
                  meridlainya  dan  tujuh  puluh  ribu  Malaikat  memohonkan
                  ampun untuknya”. (HR. Ahmad ibn Hanbal dalam kitab
                  al-Musnad,  ath-Thabarani  dalam  kitab  ad-Du'a,  Ibn  as-
                  Sunni  dalam  kitab  'Amal  al-Yaum  Wa  al-Lailah,  al-
                  Baihaqi  dalam  Kitab  ad-Da'awat  al-Kabir,  dan  lainnya.
                  Sanad hadits ini nyatakan Shahih oleh Ibn Khuzaimah dan
                  dinyatakan Hasan oleh al-Hafizh Ibn Hajar, al-Hafizh Abu
                  al-Hasan  al-Maqdisi,  al-Hafizh  al-'Iraqi,  al-Hafizh  ad-
                  Dimyathi, dan lainnya).
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65