Page 55 - Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran
P. 55

RANCANGAN KURIKULUM MERDEKA









                  keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk    Kurikulum Merdeka memiliki keleluasaan
                  mengatur jadwal kegiatan pembelajaran         untuk mengorganisasikan pembelajarannya,
                  secara lebih fleksibel. Sebagai contoh, saat   tidak lagi diarahkan untuk menggunakan
                  ini sebagian sekolah menggunakan sistem       pendekatan tematik. Dengan kata lain, satuan
                  belajar dalam satuan semester, namun ada      pendidikan SD dapat menstruktur muatan
                  yang menggunakan sistem catur wulan dan       pelajarannya menggunakan mata pelajaran
                  blok dengan rentang waktu yang berbeda.       ataupun melanjutkan penggunaan pendekatan
                  Perbedaan ini sedikit banyak mempengaruhi     tematik namun menyesuaikan dengan Capaian
                  jumlah hari belajar per tahun. Pengurangan    Pembelajaran.
                  atau perubahan jumlah jam belajar juga
                  terjadi sebagai dampak dari situasi bencana   Kebijakan pengembangan kurikulum
                  yang terpaksa harus menghentikan kegiatan     operasional di satuan pendidikan ini
                  pembelajaran untuk beberapa waktu.            sebenarnya sudah diinisiasi dalam Kurikulum
                                                                2006 yang dikenal juga sebagai Kurikulum
                  Amanat Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun    Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dengan
                  2021 yang mengatur pembagian wewenang         demikian kebijakan tentang pengembangan
                  tentang kurikulum berimplikasi pada dua       kurikulum operasional dalam Kurikulum
                  hal. Pertama, satuan pendidikan dan/atau      Merdeka ini merupakan kelanjutan dari
                  pemerintah daerah dapat menambahkan           kebijakan yang sudah ada. Besarnya negara
                  muatan pelajaran sesuai dengan konteks        Indonesia dengan beragam konteks budaya
                  lokal, visi misi dan karakteristik satuan     dan lingkungan menjadi salah satu alasan
                  pendidikan, dan kebutuhan peserta didik.      utama pentingnya kontekstualisasi kurikulum
                  Kedua, satuan pendidikan dapat mengatur       di tingkat satuan pendidikan. Dalam konteks
                  pengorganisasian pembelajaran baik berbasis   yang sangat beragam ini, kurikulum yang
                  mata pelajaran, menggunakan unit-unit tematik   tersentralisasi (centralized curriculum) bukan
                  atau terintegrasi. Namun demikian, untuk      saja tidak efektif, tetapi juga secara alami
                  tiga mata pelajaran yaitu Pendidikan Agama    tidak dapat dilakukan. Satuan pendidikan dan
                  dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan    pendidik akan selalu melakukan penyesuaian
                  Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia,        dengan situasi yang dihadapinya. Sehingga
                  satuan pendidikan tidak diperkenankan         mengontrol penuh proses pembelajaran melalui
                  untuk meleburnya menjadi unit pelajaran       kurikulum tersentralistik adalah upaya yang
                  dengan nama yang berbeda. Kebijakan ini       tidak akan efektif (OECD 2020a; Valverde et
                  banyak dilakukan di berbagai negara untuk     al., 2002) sebagaimana yang dijelaskan pada
                  menguatkan jati diri bangsa (Porter & Polikoff,   bagian Kerangka Kurikulum di awal bab ini.
                  2008).
                                                                Evaluasi terhadap implementasi Kurikulum
                  Kebijakan ini selaras dengan semangat         Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau
                  Merdeka Belajar dan prinsip fleksibilitas     Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013
                  dalam pengembangan kurikulum. Berbeda         menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum
                  dengan Kurikulum 2013 di mana kurikulum       di satuan pendidikan masih banyak yang
                  SD menggunakan pendekatan tematik,            sekadar formalitas untuk memenuhi tuntutan
                  satuan pendidikan yang menggunakan            administrasi yang berujung pada salah satu







                  KAJIAN AKADEMIK KURIKULUM UNTUK PEMULIHAN PEMBELAJARAN                                55
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60