Page 50 - Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran
P. 50

RANCANGAN KURIKULUM MERDEKA









               sebagai upaya meningkatkan keselarasan        ada pendidikan Bahasa Inggris di jenjang
               pembelajaran antara satu jenjang dan jenjang   SD, mereka diharapkan untuk mencapai
               berikutnya. Dengan penyesuaian status         kompetensi yang sebenarnya merupakan
               mata pelajaran (misalnya dari tidak wajib     kemampuan tahap menengah (intermediate
               menjadi mata pelajaran wajib atau dianjurkan),   level). Artinya, tanpa ada pembelajaran di
               perkembangan kompetensi setiap peserta didik   level dasar (basic level), mereka langsung
               diharapkan dapat lebih optimal. Berikut adalah   diharapkan mencapai level yang cukup
               beberapa perubahan tersebut:                  kompleks. Ada dua opsi sebagai solusi dari
                                                             masalah gap atau kesenjangan capaian
               Bahasa Inggris semakin dianjurkan             kompetensi ini. Pertama, mengubah target
               untuk mulai diajarkan sejak jenjang SD,       capaian mata pelajaran Bahasa Inggris di
               sebagaimana sudah dimulai sejak kurikulum-    jenjang SMP agar lebih sederhana. Opsi
               kurikulum sebelumnya. Hal ini didorong        ini mengindikasikan penurunan standar
               oleh tiga hal: (1) bahasa Inggris sebagai     kompetensi dan justru bertentangan dengan
               kebutuhan seluruh anak Indonesia, (2)         tujuan utama penguatan pendidikan Bahasa
               keselarasan kurikulum Bahasa Inggris, dan     Inggris. Oleh karena itu, opsi ini tidak dipilih.
               (3) pemerataan kualitas pembelajaran. Untuk   Opsi kedua, dan merupakan opsi yang dipilih
               dapat berkomunikasi lintas budaya dan         sebagai solusi, adalah menyediakan pendidikan
               antar bangsa serta berperan aktif sebagai     Bahasa Inggris level dasar di jenjang SD.
               masyarakat dunia, keterampilan Bahasa Inggris
               merupakan kebutuhan dasar yang perlu          Mengajarkan Bahasa Inggris sejak dini
               dimiliki seluruh anak Indonesia. Bahasa Inggris   dengan kebijakan, perencanaan, dan
               telah menjadi lingua franca atau basantara,   penyelenggaraan yang dirancang dengan
               termasuk untuk masyarakat di Asia Tenggara    hati-hati akan mendorong penguatan fondasi
               yang menggunakan bahasa ibu dan bahasa        Bahasa Inggris. Kajian menunjukkan bahwa
               resmi yang berbeda-beda (Kickpatrick, 2010).   manfaat utama mengajarkan Bahasa Inggris di
               Sesuai dengan komitmen Pemerintah untuk       jenjang SD antara lain adalah, terbangunnya
               mengembangkan setiap dimensi dalam profil     rasa percaya diri untuk menggunakan Bahasa
               pelajar Pancasila termasuk berkebinekaan      Inggris sekaligus membangun kesadaran
               global, maka penguatan pendidikan Bahasa      global dan kompetensi antarbudaya (Singleton,
               Inggris merupakan salah satu hal yang         D., 2003, Harmer, J., 2012, Moon, J, 2005).
               diutamakan dalam Kurikulum Merdeka.           Dengan demikian, mata pelajaran ini tidak
                                                             sekadar mengajarkan teknik dan keterampilan
               Masalah keselarasan kurikulum Bahasa Inggris   berbahasa Inggris, tetapi juga mengembangkan
               dalam kurikulum nasional juga menjadi salah   wawasan global di mana siswa dapat lebih
               satu pertimbangan yang mendorong anjuran      mudah memahami perbedaan budaya sehingga
               kepada satuan pendidikan dan pemerintah       terbangun sikap toleran.
               daerah untuk mengajarkan mata pelajaran ini.
               Salah satu temuan evaluasi Kurikulum 2013     Kemampuan berbahasa Inggris juga berpotensi
               yang dilakukan Pusat Kurikulum dan Perbukuan   untuk menjadi faktor yang berkontribusi
               adalah kerancuan dalam kompetensi yang        pada kesenjangan kualitas belajar antar
               harus dicapai siswa jenjang SMP. Tanpa        siswa dan antar satuan pendidikan. Saat







               50
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55