Page 45 - Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran
P. 45
RANCANGAN KURIKULUM MERDEKA
tersebut mengulang pelajaran di Fase B (fase dengan jelas. Evaluasi Kurikulum 2013 yang
untuk kelas III-IV) yang belum mereka kuasai. dilakukan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kemendikbudristek mendapati bahwa sebagian
Pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap guru belum melihat adanya rangkaian yang
capaian peserta didik tersebut mengindikasikan utuh antara KD-KD dari satu KI yang sama.
bahwa kebijakan dan praktik tinggal kelas atau Target kompetensi tersebut kemudian
tidak naik kelas diharapkan dapat ditinggalkan. ditargetkan untuk dicapai dalam rentang waktu
Kebijakan tinggal kelas secara empiris tidak satu tahun ajaran.
meningkatkan prestasi akademik mereka.
Dalam survei PISA 2018, skor capaian kognitif CP ditulis dalam metode yang berbeda, di mana
peserta didik yang pernah tinggal kelas secara pemahaman, sikap atau disposisi terhadap
statistik lebih rendah dibandingkan mereka pembelajaran dan pengembangan karakter,
yang tidak pernah tinggal kelas (OECD, 2021). serta keterampilan yang terobservasi atau
Hal ini menunjukkan bahwa mengulang terukur ditulis sebagai suatu rangkaian. Hal
pelajaran yang sama selama satu tahun tidak ini merujuk pada makna kompetensi yang
membuat peserta didik memiliki kemampuan lebih dari sekadar perolehan pengetahuan
akademik yang setara dengan teman- dan keterampilan, tetapi juga mengolah dan
temannya, melainkan tetap lebih rendah. Hal menggunakan pengetahuan, keterampilan,
ini dimungkinkan karena yang dibutuhkan oleh sikap, serta nilai-nilai yang dipelajari untuk
peserta didik tersebut adalah pendekatan atau menghadapi situasi atau permasalahan yang
strategi belajar yang berbeda, bantuan belajar kompleks (OECD 2019; Glaesser, 2018). CP
yang lebih intensif, waktu yang sedikit lebih disampaikan dalam bentuk paragraf/narasi
panjang, namun bukan mengulang seluruh untuk menggambarkan rangkaian konsep dan
pelajaran selama setahun. keterampilan kunci yang ditargetkan untuk
diraih oleh peserta didik, yang ditunjukkan
Perumusan CP. Perubahan lain yang signifikan dengan performa yang nyata. Dengan
dari KI-KD menjadi CP adalah format penulisan demikian, CP diharapkan dapat memperlihatkan
kompetensi yang ingin dicapai serta rentang rangkaian proses belajar suatu konsep ilmu
waktu yang ditargetkan untuk mempelajarinya. pengetahuan, mulai dari memahami suatu
Dalam KI-KD Kurikulum 2013, kompetensi- konsep sampai dengan menggunakan konsep
kompetensi yang dituju disampaikan dalam ilmu pengetahuan dan keterampilannya untuk
bentuk kalimat tunggal yang disusun dalam mencapai tuntutan kognitif yang lebih kompleks
poin-poin. Selain itu, dalam KI-KD terdapat (misalnya mengajukan solusi kreatif, bukan
pemisahan antara pengetahuan, sikap, sekadar menjawab pertanyaan).
dan keterampilan sebagaimana Taksonomi
Bloom juga memisahkan ketiga domain Kompetensi juga terbangun atas aspek kognitif
tersebut. Meskipun dalam Kurikulum 2013 yang berangkaian dengan aspek afektif
kompetensi (KI-KD) tersebut sebenarnya saling atau disposisi tentang ilmu pengetahuan
berkaitan dan berangkaian. Namun demikian, yang dipelajarinya.. Set atau daftar berisi
ketika KI-KD dituliskan sebagai poin-poin, pengetahuan yang perlu dipahami, sikap
keterkaitan antara ruang lingkup kemampuan yang perlu ditunjukkan, atau keterampilan
satu dengan yang lain tidak terdefinisikan yang perlu diperlihatkan peserta didik saja,
KAJIAN AKADEMIK KURIKULUM UNTUK PEMULIHAN PEMBELAJARAN 45