Page 43 - Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran
P. 43

RANCANGAN KURIKULUM MERDEKA









                  kurikulum LPTK mereka (UNESCO MGIEP,          Oleh karena CP dikembangkan berdasarkan
                  2017). Rogan (2003) juga melaporkan bahwa     teori konstruktivisme, maka capaian-
                  Afrika Selatan, serta beberapa negara di benua   capaian dalam dokumen CP perlu dipahami
                  Afrika lainnya, juga secara eksplisit menyatakan   menggunakan kerangka teori yang sama. Istilah
                  dalam dokumen kurikulum mereka bahwa teori    “pemahaman” (understanding) dalam CP perlu
                  konstruktivisme menjadi rujukan utama dalam   dimaknai sebagaimana teori konstruktivisme
                  kebijakan kurikulum dan pembelajaran.         di atas. Pemahaman yang dimaksud dicapai
                                                                melalui kemampuan mengaplikasikan dan
                  Pembelajaran secara konstruktif. Teori        menganalisis suatu konsep. Dengan demikian
                  konstruktivisme menekankan pentingnya         konsep pemahaman ini berbeda dengan
                  proses pembelajaran yang menempatkan          Taksonomi Bloom yang memandang bahwa
                  siswa sebagai pelaku aktif pembelajaran       memahami (understanding - level 2) suatu
                  (students as agents), bukan sebagai penerima   konsep membutuhkan keterampilan berpikir
                  informasi secara pasif dari guru mereka       yang lebih rendah dibandingkan kemampuan
                  (students as recipients). Menurut teori belajar   mengaplikasikan (applying - level 3) dan
                  konstruktivisme (constructivist learning      menganalisis (analyzing - level 4) konsep
                  theory), pengetahuan bukanlah kumpulan        (Anderson, Krathwohl, D. R., & Bloom, B. S.,
                  atau seperangkat fakta-fakta, konsep, atau    2001).
                  kaidah untuk diingat. “Memahami” dalam
                  konstruktivisme adalah proses mengkonstruksi   Perancangan CP ini tidak mengabaikan
                  pengetahuan melalui pengalaman nyata.         Taksonomi Bloom yang semula digunakan
                  Pemahaman tidak bersifat statis, tetapi       dalam perancangan KI-KD dalam Kurikulum
                  berevolusi dan berubah secara konstan         2013. Sebaliknya, Taksonomi Bloom ini
                  sepanjang siswa mengonstruksikan              dianjurkan untuk digunakan ketika guru
                  pengalaman-pengalaman baru yang               merancang pembelajaran harian dan asesmen
                  memodifikasi pemahaman sebelumnya.            kelas sesuai dengan tujuan pengembangan
                  Pemahaman yang bermakna ini membutuhkan       taksonomi, sebagaimana Anderson dan rekan-
                  proses belajar yang berpusat pada siswa       rekan (2001, p.7):
                  serta waktu yang lebih panjang daripada
                  pembelajaran yang sekadar “menjejali” siswa         The Taxonomy framework obviously
                  dengan informasi-informasi yang kurang              can’t directly tell teachers what is
                  bermakna karena sekadar untuk diketahui atau        worth learning. But by helping teachers
                  dihafalkan saja. Dengan demikian, sedapat           translate standards into a common
                  mungkin CP mengutamakan kompetensi                  language for comparison with what
                  yang perlu dicapai tanpa mengikat konteks           they personally hope to achieve, and
                  dan konten pembelajarannya. Berdasarkan             by presenting the variety of possibilities
                  kompetensi tersebut, satuan pendidikan              for consideration, the Taxonomy may
                  diharapkan dapat mengembangkan                      provide some perspective to guide
                  pembelajaran yang sesuai dengan konteks             curriculum decisions.
                  sekolah dan relevan dengan perkembangan,
                                                                      Kerangka Taksonomi tidak dapat secara
                  minat, serta budaya peserta didik.
                                                                      langsung mengarahkan guru apa yang







                  KAJIAN AKADEMIK KURIKULUM UNTUK PEMULIHAN PEMBELAJARAN                                43
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48