Page 42 - Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran
P. 42
RANCANGAN KURIKULUM MERDEKA
sudah ditujukan untuk berbasis kompetensi, panjang dan siswa kehilangan kesempatan
sehingga kurikulum ini meneruskan upaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir
tersebut. Dalam CP, strategi yang semakin yang lebih tinggi. Beberapa contoh konkrit
dikuatkan untuk mencapai tujuan tersebut penyederhanaan dan penyesuaian kompetensi
adalah dengan mengurangi cakupan materi dan materi ajar dalam CP adalah pengurangan
dan perubahan tata cara penyusunan capaian beberapa materi dalam CP Biologi SMA (Fase
yang menekankan pada fleksibilitas dalam F) karena terlalu banyak dan terlalu terperinci
pembelajaran. untuk jenjang tersebut,dan penambahan
materi dalam CP Kimia SMA (Fase F) tentang
Pengurangan konten. Konsekuensi dari Nanoteknologi dan Radioaktivitas karena
pembelajaran yang berorientasi pada keduanya semakin banyak ditemui saat ini.
kompetensi adalah perlunya pengurangan
materi pelajaran atau pokok bahasan. Pritchett dan Beatty (2015) serta laporan
Penelitian yang dilakukan Pritchett dan Beatty yang ditulis OECD (2018) menekankan
(2015) menunjukkan bahwa di beberapa bahwa penyederhanaan kurikulum melalui
negara berkembang termasuk Indonesia, pengurangan konten atau materi pelajaran
materi pelajaran yang begitu padat membuat bukan berarti standar capaian yang ditetapkan
guru terus bergerak cepat menyelesaikan menjadi lebih rendah. Sebaliknya, kurikulum
bab demi bab, konsep demi konsep, tanpa berfokus pada materi pelajaran yang
memperhitungkan kemampuan siswa untuk esensial. Materi esensial ini dipelajari dengan
memahami pelajaran tersebut. Menurut lebih leluasa, tidak terburu-buru sehingga
Pritchett dan Beatty, hal ini bukan karena guru siswa dapat belajar secara mendalam,
tidak menghiraukan kemampuan anak dalam mengeksplorasi suatu konsep, melihatnya dari
belajar. Mengajar dengan terburu-buru dan perspektif yang berbeda, melihat keterkaitan
tidak menggunakan pendekatan pembelajaran antara suatu konsep dengan konsep yang
yang berpusat pada siswa merupakan lain, mengaplikasikan konsep yang baru
keputusan logis karena kebijakan kurikulum dipelajarinya di situasi yang berbeda dan situasi
yang berlaku menilai kinerja mereka melalui nyata, sekaligus merefleksikan pemahamannya
ketuntasan mengajarkan materi ajar yang tentang konsep tersebut. Pengalaman belajar
begitu banyak. yang demikian, menurut Wiggins dan McTighe
(2005), akan memperkuat pemahaman siswa
Ketika pelajaran disampaikan dengan terburu- akan suatu konsep secara lebih mendalam dan
buru, peserta didik tidak memiliki cukup waktu berkelanjutan.
untuk memahami konsep secara mendalam,
yang sebenarnya sangat penting untuk Pandangan Wiggins dan McTighe (2005)
menguatkan fondasi kompetensi mereka. tersebut dilandasi oleh teori belajar
Pritchett dan Beatty (2015) menemukan bahwa konstruktivisme. Di berbagai negara, dan tidak
peserta didik yang mengalami kesulitan terbatas pada negara maju saja, pendekatan
memahami konsep di kelas-kelas awal di pembelajaran berbasis teori konstruktivisme
sekolah dasar juga mengalami kesulitan di ini semakin dikuatkan. Di India, misalnya,
jenjang-jenjang berikutnya. Artinya, padatnya pembelajaran berbasis konstruktivisme bahkan
materi pelajaran membawa dampak yang menjadi muatan wajib bagi calon guru dalam
42