Page 46 - Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran
P. 46
RANCANGAN KURIKULUM MERDEKA
tanpa ada rangkaian antara ketiga domain ajarkan kepada siswa dan menjadi aspek yang
tersebut, belum dapat dimaknai sebagai diases oleh guru. Apabila ada siswa yang
pengkonstruksian kompetensi. Untuk belum dapat mengikuti pelajaran di suatu
membangun dan mengembangkan kompetensi, Fase, guru dapat mengecek elemen apa yang
peserta didik perlu mendapatkan kesempatan belum dikuasai siswa tersebut dan kemudian
untuk mengaplikasikan pengetahuan membantunya untuk mengulang pembelajaran
dan keterampilannya dalam situasi yang elemen yang sama di fase sebelumnya. Alur
spesifik dan nyata (Glaesser, 2018). Dengan perkembangan Capaian Pembelajaran dimulai
menggunakan paragraf, keterkaitan antara pada Fase A hingga fase tertinggi, yaitu Fase F.
pengetahuan, keterampilan, sikap dan proses
pengembangan kompetensi menjadi lebih jelas Pola perumusan CP ini juga dipengaruhi oleh
dan utuh sebagai satu rangkaian. beberapa kerangka kurikulum yang digunakan
di berbagai negara dengan pencapaian
Dalam penulisannya, struktur CP tidak pendidikan yang relatif tinggi. Sebagai contoh,
berdasarkan domain-domain pemahaman, Australia (https://www.australiancurriculum.edu.
sikap/disposisi, dan keterampilan, melainkan au/) menyatakan karakteristik utama dari setiap
berbasis pada kompetensi dan/atau konsep mata pelajaran dalam dokumen standarnya
yang esensial dari setiap mata pelajaran. (setara dengan CP), termasuk alasan rasional
Kompetensi dan konsep tersebut disebut mengapa anak-anak perlu mempelajari mata
sebagai elemen-elemen yang menjadi ciri khas pelajaran tersebut dan domain atau elemen
setiap mata pelajaran, dan elemen ini kemudian utama yang menjadi karakteristik khas mata
dinyatakan perkembangannya dari satu fase pelajaran tersebut disertai perkembangannya
ke fase berikutnya. Dengan demikian, setiap dari satu tahapan atau jenjang ke tahapan
elemen secara konsisten dipelajari oleh peserta berikutnya. Dengan adanya perkembangan
didik mulai dari jenjang SD sampai jenjang SMA domain-domain isi dan/atau kompetensi suatu
dengan kompleksitas dan kedalaman yang mata pelajaran, kompetensi utama yang akan
berbeda, yang artinya kompetensi peserta didik dikembangan melalui mata pelajaran tersebut
pun berkembang dari fase ke fase. menjadi lebih eksplisit.
Sebagai contoh, dalam mata pelajaran Bahasa Pendekatan yang sama juga digunakan
Indonesia terdapat 4 elemen utama, yaitu: dalam kurikulum Finlandia (Finnish Board of
1) menyimak, 2) membaca dan memirsa, 3) Education, 2014), di mana standar yang perlu
berbicara dan merepresentasikan, dan 4) dicapai disampaikan secara deskriptif mulai dari
menulis. Sejak Fase A (kelas I-II SD/sederajat) penjelasan tentang fungsi dari mata pelajaran
hingga Fase F (kelas XI-XII SMA/sederajat), tersebut, kompetensi utama yang difokuskan,
keempat elemen tersebut dipelajari dengan capaian atau tujuan untuk kompetensi tersebut,
tingkat kompleksitas kognitif yang terus panduan atau rambu-rambu yang perlu
berkembang. Bagi guru dan pengembang diperhatikan guru atau pengembang silabus
kurikulum, elemen ini dapat menjadi acuan dan kegiatan pembelajaran mata pelajaran
tentang kompetensi apa saja yang harus ia tersebut, dan asesmen yang dianjurkan.
46