Page 30 - hujan
P. 30

4



















                LAIL      menjadi    yatim-piatu    sejak   hari   yang   tidak   akan   pernah   dilupakan

                seluruh dunia.

                  Sejak   hari   itu   pula   penduduk   bumi   belajar   tentang   letusan   gunung   berapi.
                Mereka    bisa   menjelaskan    dengan   baik   bahwa   besar-kecilnya    letusan   gunung

                berapi  diukur  lewat  volcanic  explosivity  index  (VEI).  Ada  sembilan  skala  lazim

                dalam  pen dekatan  VEI,  mulai  dari  skala  0  yang  paling  ringan,  hingga  skala  8,

                paling mematikan.
                  Sepanjang    sejarah,   miliaran   letusan   gunung   berapi   pernah   terjadi.   Sebagian

                besar  di  antaranya  hanya  letusan    kecil,  tidak  terasa,  dan  tidak  pernah  diingat,

                skala   0   hingga   3.   Setiap   hari   se lalu   ada   gunung   meletus   skala   1,   bahkan   ada
                gunung  yang  secara  konstan  meletus  setiap  beberapa  menit,  skala  0.  Naik  lagi,

                ribuan   jumlahnya     adalah   letusan   sedang,   juga   dilupakan   begitu   saja,   hanya

                masuk    dalam    berita   televisi   beberapa   menit,   atau   se potong   berita   di   koran,
                letusan  skala  4-5.  R atusan  sisanya  adalah  letusan  besar,  yang  mulai  dicatat,  skala

                6-7.   Letusan   ini   terjadi   setiap   siklus   seratus   hingga   seribu   tahun   sekali.   Dan

                terakhir,  yang  akan  terpatri  dalam  catatan  sejarah  adalah  letusan  super volcanic,
                skala  8,  jumlahnya  tidak  banyak,  hanya  puluhan  (tepat nya  42  letusan  selama  36

                juta tahun terakhir), tapi dampak yang ditimbulkan mengubah kehidupan.

                  Ketika   Gunung     Tambora     meletus,    5   April   1815,   sejarah   men catat   suara
                ledakannya     terdengar     hingga   1.200    kilometer.    Letus annya    menyebabkan

                perubahan     iklim   dunia,   abunya   menutupi    la ngit   hingga   belahan   benua   lain,

                membuat      tahun   itu   dikenal   de ngan   sebutan   ” Tahun   Tanpa   Musim    Panas”.
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35