Page 31 - hujan
P. 31
Letusan Gunung Tambora masuk skala 7. Enam puluh delapan tahun setelah
Tambora, Gunung Krakatau meletus, 26 Agustus 1883. Letusan nya juga
terdengar hingga ribuan kilometer, menghancurkan 165 desa dan kota di
sekitarnya, menimbulkan tsunami belasan me ter, menewaskan puluhan ribu
penduduk, tapi letusan Krakatau hanya masuk skala 6, lebih kecil dibanding
Tambora.
Salah satu contoh letusan skala 8 adalah letusan 73.000 tahun lalu, ketika
gunung purba, Gunung Toba, meletus dengan kekuat an seratus kali dibanding
Tambora. Abu letusannya menutup se paruh lebih permukaan bumi. Selama
enam tahun bumi meng alami musim dingin (volcanic winter). Jumlah penduduk
yang saat itu baru berkisar satu juta orang menyusut hingga tinggal sepuluh ribu
l
orang, menciptakan situasi yang disebut para ahli sebagai popu ation bottleneck.
Penduduk bumi yang tersisa di benua Afrika melakukan migrasi setelah kejadian
tersebut. Inilah salah satu supervolcanic. Karena sangat besarnya letusan tersebut,
kawah Gunung Toba sekarang berubah menjadi danau luas.
Penduduk bumi mungkin abai soal fakta itu, tapi siklus ledak an mega raksasa
seperti Gunung Toba, dalam catatan sejarah se lalu terjadi setiap siklus 10.000
hingga 100.000 tahun sekali. Dan kali ini, setelah melewati milenium baru,
jadwalnya kembali datang. Alam menjaga keseimbangannya dengan caranya
sendiri. Tidak bisa ditebak secara akurat kapan dan di mana letusan itu akan
terjadi, dan runyamnya, juga tidak bisa dicegah dengan cara apa pun.
Lail menjadi yatim-piatu sejak hari tidak terlupakan ter sebut.
Dia menatap kosong kehancuran kotanya pada pagi yang gerimis itu.
” Kamu baik-baik saja?” anak laki-laki usia lima belas tahun ber tanya. Mereka
berdua masih berdiri di perempatan jalan pusat kota.
Lail mengangguk, menyeka matanya. Dia sedang menangis. Air hujan
membuat air matanya tidak terlihat.
” Kita harus mencari tempat berteduh, sebelum hujan deras,” anak laki-laki itu
berkata pelan. Dia lantas memegang lengan Lail, mengajaknya berlari menembus
gerimis sekaligus riuh-rendah akibat gempa.