Page 33 - Dalam Bingkai Kesabaran
P. 33
tigapuluh lima derajat, lalu ku gambar garis ke arah itu.
Begitu selesai aku mundur. Apapun hasilnya aku sudah yakin
akan ikut berdiri di depan. Ku lihat sekilas teman-teman yang
kontes. Mereka bisa tahu akan keraguanku.Tapi begitu pak
Sulaiman bilang “ Silakan duduk!” Betapa leganya hatiku.
“Alhamdulillah... Allah telah menolongku.” Rasanya tadi
tanganku bekerja bukan atas perintah sinyal dari otak.
Otakku tadi benar-benar buntu. Ada untungnya disuruh maju
di urutan keempat. Hasil pengamatan langkah-langkah cara
teman mengerjakan tadi, menuntunku ke arah jawaban. Ini
namanya “Inna ma’al usyri yusra. (sesungguhnya dalam
kesulitan ada kemudahan).”
Seusai soal no 4, teman-teman yang kontes disuruh
mengerjakan no 5, 6 dan 7. Mereka bisa lancar mengerjakan
soal tersebut dan diperkenankan duduk. Bel berbunyi
mengakhiri pelajaran matematika. Kami pun bisa merasa
lega. Besuk paginya hari sabtu. Hari yang ditunggu-tunggu.
Hari merdeka dari pelajaran matematika.
Dalam Bingkai Kesabaran | 27