Page 398 - BUKU KATA FADLI CATATAN KRITIS DARI SENAYAN
P. 398

Dr. Fadli Zon, M.Sc





                                                (6)

                              JANGAN SERAHKAN KEMBALI
                           KEMERDEKAAN KITA PADA ASING


               H            ARI  ini, 10 November 2017, kita sebagai bangsa Indonesia


                            kembali memperingati Hari Pahlawan. Menurut saya
                            momentum hari pahlawan tak cukup hanya sekedar
                            diperingati, namun perlu dihayati seluruh semangat yang
                            melatarbelakanginya.
                      Dari pertempuran 10 November 1945, kita belajar bahwa ketika
                 kedaulatan tanah air tidak dihormati dan diinjak-injak, maka menjadi
                 tanggung jawab seluruh pihak untuk turun membela. Dalam ungkapan
                 Jawa kita mengenal istilah sadumuk bathuk sanyari bumi. Biarpun hanya
                 sejengkal, jika tanah kita dirampas maka harus dipertahankan dengan
                 nyawa. Prinsip itulah yang mengilhami para pahlawan kita dulu untuk
                 bertempur habis-habisan.
                      Namun sayangnya, prinsip tersebut saat ini tak tercermin dalam
                 kebijakan pemerintah. Yang terjadi justru krisis nilai kepahlawanan.
                      Jika dulu perampasan kedaulatan dilakukan dengan senjata, maka
                 saat ini perampasan dilakukan melalui senjata ekonomi, seperti jerat
                 utang luar negeri, monopoli modal asing dalam investasi, dan sejenisnya.
                 Ironisnya, hal-hal itu kadang terjadi karena fasilitas dari elit kita sendiri.
                      Dalam kebijakan pengelolaan lahan, misalnya, banyak sekali
                 ketidakadikan. Dalam catatan saya, hingga tahun 2016, 175 juta hektar atau
                 sekitar 93 persen luas daratan di Indonesia dimiliki para pemodal swasta
                 dan asing. Ini artinya, hanya 7 persen dari luas daratan Indonesia, yang
                 benar-benar dikuasasi oleh rakyat. Hal ini terefleksi juga dari rendahnya
                 kepemilikan lahan petani kita yang rata-rata hanya menguasai 0,39 hektar.

                      Krisis  spirit kepahlawanan dalam  kebijakan  pemerintah juga
                 tercermin dari adanya rencana penjualan aset BUMN. September lalu,
                 pemerintah mengutarakan rencananya untuk menjual aset-aset BUMN
                 yang dinilai sudah bisa memberikan keuntungan. Harapannya, keuntungan




                418 KATA FADLI
   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403