Page 371 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 371

Irene Eka Sihombing: Menghidupkan Pencabutan Hak Atas Tanah ...     363


                  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata konsignasi (ditulis kemudian konsinyasi)
             diartikan pertama, pengiriman barang-barang untuk disuruhjualkan oleh penerima barang-
             barang  itu;  kedua,  penitipan  uang.  Dalam  perdagangan  juga  terdapat  istilah  konsinyasi.
             Produsen  atau  suplier  titip  barang  ke  toko  untuk  dijualkan.  Sistemnyaada  dua  macam.

             Pertama, harga jual ke konsumen ditentukan oleh suplier, toko hanya mendapatkan komisi.
             Kedua, harga jual ke konsumen ditentukan oleh toko, dengan menambahkan  marginatau
             keuntungan dari harga suplier. Dalam sistem konsinyasi ini, status kepemilikan barang masih

             berada di pihak suplier.Sementara itu dalam Hukum Perdata, terutama Hukum Perjanjian,
             konsiyasi  diartikan  sebagai  penitipan  uang  di  Pengadilan  Negeri,  yang  dilatarbelakangi
             adanya hubungan utang piutang antara debitur dan kreditur.
                  Salah satu asas dalam rangka perlindungan hukum yang diberikan kepada pemegang hak

             atas  tanah,  menyatakan  bahwa  dalam  keadaan  biasa,  untuk  memperoleh  tanah  yang
             diperlukan tidak dibenarkan adanya paksaan dalam bentuk apapun dan oleh pihak siapapun
             kepada  pemegang  haknya,  untuk  menyerahkan  tanah  kepunyaannya  dan  atau  menerima
             ganti  rugi  yang  tidak  disetujuinya,  termasuk  juga  penggunaan  lembaga  “penawaran

             pembayaran  yang  diikuti  dengan  konsinyasi  pada  Pengadilan  Negeri”  seperti  yang  diatur
             dalam  Pasal  1404  Kitab  Undang-Undang  Hukum  Perdata.  Adapun  isi  Pasal  1404  Kitab
             Undang-Undang Hukum Perdata:

                          “Jika kreditur menolak pembayaran, maka debitur dapat melakukan penawaran pembayaran
                          tunai atas apa yang harus dibayarnya; dan jika kreditur juga menolaknya, maka debitur dapat
                          menitipkan  uang  atau  barangnya  kepada  pengadilan.  Penawaran  demikian,  yang  diikuti
                          dengan  penitipan,  membebaskan  debitur  dan  berlaku  baginya  sebagai  pembayaran,  asal
                          penawaran itu dilakukan menurut undang-undang; sedangkan apa yang dititipkan secara
                          demikian adalah atas tanggungan kreditur.”

                  Jelaslah bahwa lembaga konsinyasi diterapkan dalam hal telah adanya perjanjian utang
             piutang terlebih dahulu, di mana ditandai dengan hubungan antara debitur dan kreditur.
                  Dalam  perkembangannya  lembaga  konsinyasi  digunakan  untuk  masalah  yang  sangat

             berbeda bahkan dapat dikatakan tidak berkaitan sama sekali dengan utang piutang.
                  Berikut ini ditampilkan beberapa kasus konsinyasi:
                a.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggunakan mekanisme konsinyasi untuk
                   membebaskan tanah yang akan digunakan lokasi pembangunan Waduk Logung, dari

                   196 hektare atau 697 bidang lahan yang dibutuhkan untuk Waduk Logung, masih ada
                                                                                   4
                   68 bidang atau sekitar 30-35 hektar yang belum bisa dibebaskan.
                b. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memutuskan untuk melakukan langkah konsinyasi

                   guna  percepatan  pembebasan  lahan  mass  rapid  transit  (MRT).  Wakil  Gubernur  DKI
                   Jakarta  Djarot  Saiful  Hidayat  menegaskan,  pembebasan  lahan  untuk  pembangunan
                   stasiun  layang  dan  depo  MRT  harus  segera  rampung  dalam  waktu  dekat,  terutama



                4 Dikutip dari https://daerah.sindonews.com/
   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376