Page 402 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 402

394    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



             tanah. Padahal pemasalahan tidak hanya terhenti pada dibayarkannya ganti kerugian oleh
             pemerintah sehingga pemerintah merasa sudah memenuhi kewajibannya.



















                           Gambar 4. Kategorisasi “Kompensasi” dalam Permasalahan Pengadaan Tanah
                                                 (Sumber: Peneliti, 2016)


                  Tujuan dari dilaksanakannya pengadaan tanah untuk pembangunan kepentingan umum
             adalah perolehan tanah untuk pembangunan infrasturktur guna peningkatan pertumbuhan
             ekonomi  yang  bermuara  pada  kesejahteraan  rakyat,  bangsa  dan  negara  sehingga  dalam
             rangkaian tahapan proses pengadaan tanah sudah seharusnya juga bermuara pada tujuannya,

             yaitu  kesejahteraan  rakyat,  bangsa  dan  negara.  Masyarakat  terdampak  pengadaan  tanah
             merupakan  subyek  pertama  yang  seharusnya  merasakan  manfaat  dari  adanya  kegiatan
             pengadaan tanah karena melalui tanah mereka-lah infrastruktur tersebut akan dibangun,

             sehingga aspek-aspek pendukung untuk kesejahteraan warga terdampak perlu diperhatikan.
                  Dalam pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan kepentingan umum, manifes-
             tasi dari tujuan mensejahterakan rakyat, bangsa dan negara dilakukan melalui pemberian
             ganti kerugian yang layak dan adil, namun dalam penjelasan UU No. 2 Tahun 2012 maupun

             peraturan pelaksanaannya tidak dirinci dan dijelaskan mengenai apa dan bagaimana ganti
             kerugian yang layak dan adil. Yang tercantum justru pasal-pasal yang secara tersirat “memak-
             sa” bahwa bentuk ganti kerugian dalam pengadaan tanah adalah berbentuk uang tunai. Pasal

             75  PP  71  Tahun  2012  sebagai  peraturan  pelaksanaan  UU  No.  2  Tahun  2012  menyebutkan
             bahwa  dalam  musyawarah  penetapan  bentuk  ganti  kerugian,  pelaksana  pengadaan  tanah
             mengutamakan ganti rugi dalam bentuk uang. Selanjutnya pada Pasal 77 ayat (5) PP 71 Tahun
             2012 menyebutkan bahwa pemberian ganti kerugian dalam bentuk tanah pengganti dilaku-

             kan bersamaan dengan pelepasan hak oleh pihak yang berhak tanpa menunggu tersedianya
   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407