Page 403 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 403

7)   UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan
                 Pulau-Pulau Kecil

                 Permohonan pengujian terhadap undang-undang di atas sebagian
            besar didasarkan pada relasi yang timpang dalam penguasaan tanah dan
            sumber daya alam. Ketimpangan tersebut tidak hanya dalam hubungan
            horizontal antara individu dalam negara, melainkan juga ketimpangan
            struktural dalam hubungan negara dengan individu. Berbagai ketimpangan
            yang muncul dalam penguasaan tanah dan sumber daya alam di Indonesia
            melahirkan letupan-letupan konflik agraria yang terus menajam.
            Ketimpangan tersebut salah satunya disebabkan oleh penafsiran dan
            pemaknaan yang berbeda diantara para aktor yang berinteraksi dalam hal
            HMN. Disamping itu, dinamika politik dan sosial dalam perjalanan sejarah
            bangsa turut andil dalam menyebabkan pemaknaan yang berbeda-beda atas
            HMN, termasuk bagaimana HMN berperan dalam mewujudkan keadilan
            sosial dan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Setiap rezim
            pemerintahan yang berkuasa memberikan penafsiran yang berbeda, bahkan
            kerap bertolak belakang, terhadap makna HMN.
                 MK dalam putusan No. 35, dengan mendasarkan pada Alenia IV
            Pembukaan UUD 1945, menyatakan bahwa terdapat dua hal penting
            dalam pembentukan negara dengan pilihan negara kesejahteraan. Pertama,
            mengenai tujuan negara, yaitu perlindungan terhadap bangsa dan wilayah,
            kesejahteraan umum, kecerdasan kehidupan bangsa, dan partisipasi dalam
            mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
            abadi, dan keadilan sosial. Kedua, mengenai dasar negara, Pancasila, yaitu
            Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan
            Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
            permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan
            sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 32
                 Berpedoman pada tujuan negara (kesejahteraan umum) dan
            dasar negara (keadilan sosial), MK menyimpulkan bahwa yang harus
            disejahterakan dalam konsep negara kesejahteraan adalah seluruh rakyat
            Indonesia. Rakyat yang telah mengikatkan diri menjadi Bangsa Indonesia
            sebagaimana tercermin dalam semboyan pada Lambang Negara Garuda
            Pancasila, “Bhinneka Tunggal Ika”.



                 32 Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap Perkara Nomor 35/PUU-X/2012, Hlm. 167.


            372      Hubungan Keagrariaan
   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408