Page 407 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 407
37
reforma agraria yang mendistribusikan tanah kepada masyarakat miskin.
Namun sebelum realisasi reforma agraria terlaksana, pemerintah orde lama
lengser dan digantikan oleh rezim orde baru yang mengedepankan aspek
pembangunan ekonomi. Hak-hak atas tanah yang telah terserap menjadi
HMN tidak didistribusikan kembali kepada masyarakat, melainkan
digunakan untuk kepentingan pembangunan. HMN pada akhirnya
diterjemahkan sama sekali berbeda dengan maksud awalnya sebagai hak
yang akan didistribusikan kembali kepada rakyat.
Pada akhirnya pengertian fungsi sosial atas tanah yang pada awalnya
diperuntukkan sebagai prinsip dasar dalam melakukan redistribusi tanah,
pada masa orde baru fungsi sosial justru digunakan sebagai pembenaran bagi
negara untuk mengambil tanah rakyat. Kesesatan dalam menerjemahkan
semangat HMN dan fungsi sosial atas tanah tersebut mulai berusaha
diseimbangkan oleh MK dengan mendudukan HMN, Tanah Perseorangan
dan tanah komunal dalam posisi yang lebih seimbang. HMN oleh MK tidak
lagi dipandang sebagai hak superior yang merupakan sumber dari segala hak
atas tanah yang ada di Indonesia. Pertimbangan MK tersebut muncul di
saat nuansa politik kebangsaan Indonesia tidak lagi sentralistik, melainkan
telah terdesentralisasi dan juga kental dengan semangat pluralisme.
Pengakuan terhadap pluralisme hukum dalam bidang pertanahan
dan penguasaan sumber daya alam telah muncul jauh sebelum MK
terbentuk. Salah satu gagasan tersebut lahir dalam proses persiapan
kemerdekaan Indonesia. Panitia Perancang Keuangan dan Ekonomi yang
diketuai oleh Mohammad Hatta menghasilkan 2 (dua) buah rekomendasi
dalam menentukan arah dan cita-cita pembentukan ekonomi Indonesia.
Rekomendasi tersebut adalah nota tentang “Soal Keuangan Indonesia
Merdeka” dan nota “Soal Keuangan Indonesia Merdeka”. Panitia
tersebut merekomendasikan empat ideologi yang harus menjadi haluan
perekonomian nasional, antara lain: 1) perekonomian Indonesia akan
didasarkan pada cita-cita tolong-menolong dan usaha bersama (kooperasi);
2) perusahaan-perusahaan besar yang menguasai hidup orang banyak
harus di bawah kendali negara dan dalam penjelmaannya akan berbentuk
kooperasi publik; 3) tanah sebagai faktor produksi terpenting berada
37 Wawancara dengan Yance Arizona, Tanggal 5 September 2014 di Hotel Royal Kuningan,
Jakarta.
376 Hubungan Keagrariaan

