Page 338 - Konstitusionalisme Agraria
P. 338

dimiliki oleh Penanam Modal Asing akan ditawarkan untuk dijual
            atau  diterbitkan,  pertama-tama  kepada  pemerintah,  dan  kedua
            (jika  Pemerintah tidak  menerima  atau  menyetujui  penawaran  itu
            dalam  30  (tiga  puluh)  hari  sejak tanggal  penawaran),  kepada
            warga  Indonesia  atau  perusahaan  Indonesia  yang dikendalikan
            oleh  warga  negara  Indonesia.  …  Dalam  hal  Pemerintah  menolak
            penawaran sesuai Pasal ini, Pemerintah dapat mengawasi penawaran
            itu kepada warga  negara  Indonesia  atau  kepada  Perusahaan
            Indonesia  yang  dikendalikan oleh warga negara Indonesia dan
            penaksiran saham itu sesuai Pasal 24 ayat 6.”
                 Pada intinya ketentuan itu mengharuskan PT. NNT melakukan
            divestasi atau melepas sahamnya dan pertama-tama menawarkan
            kepada Pemerintah Republik Indonesia. Namun apabila dalam batas
            waktu yang ditentukan pemerintah tidak melakukan pembelian,
            maka saham tersebut ditawarkan untuk dibeli oleh perusahaan yang
            dikendalikan oleh Warga Negara Indonesia. Pada titik ini sebenarnya
            Mahkamah Konstitusi tidak saja melakukan penyelesaian sengketa
            kewenangan antar-lembaga negara, melainkan masuk lebih jauh
            dalam menilai isi dari Kontrak Karya. Secara tidak langsung dalam
            hal ini Mahkamah Konsitusi ikut pula menguji konstitusionalitas
            Kontrak Karya antara pemerintah dengan pihak swasta, meskipun
            tidak berujung kepada putusan untuk menyatakan kontrak tersebut
            batal atau tidak.



            Harus dengan persetujuan DPR
            Presiden memiliki kewenangan atributif berdasarkan Pasal 4
            Ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan Presiden Republik Indonesia
            memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang
            Dasar. Ketentuan itu sejalan dengan sistem presidensial yang
            kita anut. Mahkamah Konstitusi menilai bahwa pelaksanaan
            kewenangan atributif Presiden tersebut dalam pelaksanaannya harus
            dijalankan berdasarkan dan dibatasi oleh ketentuan konstitusi itu
            sendiri, ketentuan undang-undang, serta dibatasi oleh kewenangan
            konstitusional lembaga negara yang lain.



                                      Konstitusi Agraria dan Mahkamah Konstitusi     307
   333   334   335   336   337   338   339   340   341   342   343