Page 111 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 111
Oloan Sitorus & Taufik N. Huda
Pemahaman bahwa kewenangan bidang pertanahan tetap
bersifat vertikal itulah yang kemudian alasan keberadaan Perpres
No. 10 Thn 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional. Di dalam
Pasal 2 Perpres tersebut secara tegas dinyatakan: “BPN mempunyai
tugas melaksanakan tugas pemerintahan secara nasional, regional, dan
sektoral.” Tugas pemerintahan bidang pertanahan yang tetap bersi-
fat vertikal semakin dikukuhkan dengan kelahiran PP No. 38
Tahun 2007. Berdasarkan PP No. 38 Tahun 2007, yang dilimpahkan
kepada daerah masih terbatas pada 9 urusan sebagaimana telah
dikemukakan dalam Keppres No. 34 Tahun 2003. Itupun dengan
catatan bahwa khusus ijin membuka hutan tetap bersifat
medebewind. Dalam pada itu, dalam hal kewenangan pertanahan
akal sehat masyarakat bergerak menuju ketetapan hati untuk semen-
tara masih tetap menginginkan bidang pertanahan sebagai ke-
giatan pemerintah yang bersifat vertikal. 51
atau wakil Pemerintah di daerah atau dapat menugaskan kepada pemerintahan
daerah dan/atau pemerintahan desa
(5) Dalam urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah di luar
urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Pemerintah
dapat:
a. menyelenggarakan sendiri sebagian urusan pemerintahan;
b.melimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada Gubernur selaku
wakil Pemerintah; atau
c. menugaskan sebagian urusan kepada pemerintahan daerah dan/atau
pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan.
51 Secara singkat, kronologi dinamika kewenangan pertanahan pasca reformasi
adalah sebagai berikut. Pertama, kelahiran UU 22 Tahun 1999 sebagai produk
hukum yang lahir dalam suasana eforia sebagian dari substansinya dipandang
menerobos prinsip dan koridor Negara Kesaatua Republik Indonesia (NKRI).
Kedua, UU No. 22 Tahun 1999 direspons oleh otoritas pertanahan dengan sikap
hati-hati. Dalam pada itulah diinisasi oleh BPN ditetapkannya Keppres No. 10
Tahun 2001 yang menyatakan: “Sebelum ditetapkan Peraturan yang baru berdasarkan
98

