Page 115 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 115

Oloan Sitorus & Taufik N. Huda
            dungan, S.H., (yang lebih dikenal di USU dengan panggilan Pak
            AP) telah menyampaikan Pidato Pengukuhan Penerimaan Jabatan
            sebagai Guru Besar Tetap pada Ilmu Hukum Agraria di Fakultas
            Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU), dengan judul
            “Suatu Land Use Planning  yang Didambakan”. Namun, ditetap-
            kannya Prof. Boedi Harsono sebagai guru besar pada Mata Pela-
            jaran Hukum Agraria, tetaplah bermakna khusus bagi dunia hu-
            kum Indonesia, sebab apa yang disampaikan beliau pada orasi
            pengukuhannya adalah hasil pemikiran dan perenungan yang
            panjang tentang pentingnya Hukum Agraria dipelajari dalam
            suatu logika tersendiri dengan sistem hukum tersendiri, sehingga
            Hukum Agraria lebih mudah dipelajari oleh para mahasiswa dan
            sarjana hukum selanjutnya. Pidato Pengukuhan Prof. Boedi
            Harsono sebagai Guru Besar Tetap Mata Pelajaran Hukum Agraria
            di Fakultas Hukum Universitas Trisakti (FH Usakti) yang berjudul
            “Hukum Agraria Nasional dalam Pendidikan Tinggi Hukum di
            Indonesia dan Pembangunan Nasional” mendeskripsikan perkem-
            bangan  terbentuknya Mata Kuliah Hukum Agraria dalam studi
            pendidikan hukum di Indonesia sebagai Mata Kuliah yang man-
            diri. Namun bagi penulis, kedua guru besar Hukum Agraria ini
            mendapat catatan tersendiri dalam studi Hukum Agraria Indone-
            sia.
                Kalau Prof. Boedi Boedi Harsono layak disebut sebagai Bapak
            Hukum Agraria Indonesia, Prof. AP. Parlindungan patut
            dinamakan sebagai Kritikus Hukum Agraria Indonesia Yang Setia.
            Boedi Harsonolah Sarjana Hukum yang pertama merumuskan
            Hukum Agraria sebagai suatu mata kuliah yang dipelajari secara
            mandiri, bukan lagi bagian dari Mata Kuliah lainnya, seperti
            Hukum Perdata, Hukum Adat, Hukum Tata Negara, dan Hukum
            Administrasi Negara. Dapat dikatakan Boedi Harsonolah yang

            102
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120