Page 118 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 118

Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria ....
                   rakat hukum adat yang bersangkutan, seperti halnya tanah-tanah daerah
                   lain.”  1
                   Sebaliknya Prof. A.P. Parlindungan berkeyakinan bahwa Hak
               Ulayat perlu mendapat pengaturan yang memadai agar dapat
               mengadakan perlindungan hukum bagi Masyarakat Hukum Adat
               yang menjadi subjek Hak Ulayat. Prof. A.P. Parlindungan menya-
               takan: “perlu suatu undang-undang yang mengatur Hak Ulayat ini  oleh
               (diisiasi: penulis) Departemen Kehutanan dan lewat kerjasama dengan
               Menteri Negara Agraria dan Departemen Dalam Negeri …”  Bahkan
                                                              2
               dalam kesempatan lain Prof A.P. Parlindungan menyatakan: “Hak
               ulayat itu adalah  lebensraum dari suatu masyarakat hukum adat dan
               kita patut mempertahankannya. Tidak perlu kita merasa malu atau untuk
               surut selangkah dalam membela kepentingan dari masyarakat hukum
               adat itu. Mereka menghendaki uluran tangan kita dalam membela kepen-
               tingan-kepentingan dari masa depan mereka.” 3  Menurut Prof. A.P.
               Parlindungan, urgensi pengaturan hak ulayat karena sebagai
               masyarakat ‘marjinal’ (dihadapkan dengan negara), idealnya
               masyarakat adat memerlukan uluran tangan penguasa untuk
               melindunginya berdasarkan aturan hukum yang memadai.
                   Salah satu dampak-ikutan dari tuntutan ‘reformasi’ adalah
               desakan terhadap penyelenggara pemerintahan di bidang
               keagrariaan/pertanahan untuk mengeluarkan Peraturan Menteri
               Negara Agraria/Kepala BPN No. 5 Tahun 1999 tentang Pedoman




                   1  Boedi Harsono,  Hukum Agraria Indonesia Sejarah Pembentukan Undang-
               undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya, 2005, op. cit., hlm 193.
                   2  Herawan Sauni dan M. Yamani Komar, Hukum Agraria – Beberapa
               Pemikiran dan Gagasan Prof. Dr. A.P. Parlindungan, S.H., Cetakan Pertama,
               Penerbit USU Press, 1998, hlm. 35.
                   3  Ibid, hlm. 22

                                                                   105
   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123