Page 121 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 121
Oloan Sitorus & Taufik N. Huda
terhadap putusan High Court Queensland 1992 yang berpendapat
bahwa implikasi dari Racial Discrimination Act 1975 yang menen-
tukan, “tidak seorang pun boleh memperlakukan orang-orang
dari satu ras berbeda dengan orang-orang dari ras lain”, adalah
kesetaraan hak-hak komunitas pribumi Australia dengan hak-hak
lain yang lahir dari Hukum Inggris. Tegasnya, Native Title Act 1993
(Cth) melindungi hak-hak penduduk pribumi Australia yang sudah
ada sebelum kolonisasi Inggris. Native Title Act 1993 (Cth) direspon
oleh Negara Bagian New South Wales dengan menetapkan Native
Title Act 1994 (NSW). Undang-undang tingkat negara bagian ini
berisi ketentuan yang lebih rinci mengenai penentuan keberadaan
hak-hak asli di negara bagian itu.
Di Negara Filipina, terdapat pengakuan konstitusional secara
tegas terhadap hak tanah dan sumber daya alam lainnya (Section
22 Article II, Constitution of the Philippines). Selanjutnya pada
level undang-undang, telah ditetapkan Indigenous People’s Right
Act (1997) yang intinya menyatakan: “… to delineate, recognize, and,
where appropriate, to provide written titles to genuine claims over ances-
tral lands and domains.” Di dalam Pasal 5 IPRA (1997) ditegaskan
pula apa yang dimaksud sebagai indigenous concept of ownership,
yaitu: “The indigenous concept of ownership sustain the view that ances-
tral domains and all resources found therein shall serve as the material
bases of their cultural integrity. The indigenous concept of ownership
generally holds that ancestral domain are [indigenous cultural communi-
ties/indigenous people] private but common property, which belong to all
generations and therefore can not be sold, disposed of or destroyed. It
likewise covers sustainable traditional resource right (garis bawah dari
penulis).” Berarti, bahwa di Filipina hak-hak adat atas tanah
dipandang sama dengan hak-hak atas tanah menurut Hukum
Tertulis negaranya (right equivalent to ownership). Hak-hak adat itu
108

