Page 119 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 119

Oloan Sitorus & Taufik N. Huda

            Masalah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat. Peraturan ini pada
            hakikatnya menegaskan 4  kriteria eksistensi Hak Ulayat dan
            penentuan keberadaan Hak Ulayat. Sesuai dengan semangat
            desentralisasi yang dibawakan oleh UU No. 22 Tahun 1999 tentang
            Pemerintahan Daerah ditegaskan bahwa penelitian dan penentuan
            masih adanya Hak Ulayat dilakukan oleh Pemerintah Daerah 5
            dengan mengikutsertakan para pakar Hukum Adat, masyarakat
            hukum adat yang ada di daerah yang bersangkutan, Lembaga Swa-
            daya Masyarakat dan instansi-instansi yang mengelola sumber
            daya alam.
                Meskipun penerbitan Peraturan Menteri Negara Agraria/
            Kepala BPN No. 5 Tahun 1999 tidak mengubah dasar hukum
            materiel Hak Ulayat, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadirannya
            dapat dikatakan memperkuat political will pemerintah untuk
            mengakui Hak Ulayat sebagaimana secara normatif sudah dinya-
            takan di dalam Pasal 3 UUPA. Melalui Peraturan Menteri Negara
            Agraria/Kepala BPN No. 5 Tahun 1999 ini, tanggungjawab untuk
            mengatur lebih lanjut dan menata Hak Ulayat, sesuai dengan oto-
            nomi daerah sudah berada di tangan Pemerintah Daerah. Hal itu
            kemudian ditegaskan oleh  Keppres No. 34 Tahun 2003 yang antara
            lain menyatakan bahwa ‘penetapan dan penyelesaian masalah
            tanah ulayat’ dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. 6


                4  Kata ‘menegaskan’ segaja digunakan untuk menandaskan sikap penulis bahwa
            hukum materiel dari Hak Ulayat adalah Hukum Adat. Jadi, tidak serta merta
            ditemukan dalam Peraturan Menteri Negara/Kepala BPN No. 5 Tahun 1999
            tersebut.
                5  Lihat ketentuan Pasal 5 ayat (1) Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala
            BPN No. 5 Tahun 1999.
                6  Perhatikan Pasal 2 ayat (1) Keppres No. 34 Tahun 2004 yang menyatakan
            bahwa sebagian kewenangan Pemerintah (Pemerintah Pusat maksudnya: penulis)

            106
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124