Page 122 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 122
Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria ....
tetap sebagai suatu hak atas pemilikan yang bersifat terbatas,
karena tidak bisa dialihkan.
Selanjutnya, untuk melaksanakan amanat undang-undang
tersebut dibentuklah Komisi Nasional tentang Masyarakat Asli
(National Commission on Indigenous People - NCIP) di bawah Kantor
Kepresidenan. Komisi inilah kelak yang akan mengeluarkan
Certificate of Ancestral Land Title (CALT) dan Certificate of Ancestral
Domein Title (CADT). Selanjutnya, di tingkat municipality disusun
Ancestral Domain Management Plan (ADMP) untuk mempersiapkan
8
penerbitan sertifikat dimaksud. Pada kasus Cordillera, ADMP itu
dipandang sangat penting mengingat kenyataan problematik yang
selalu dihadapi adalah adanya kontradiksi-kontradiksi adminis-
tratif dan geografis. Kontradiksi-kontradiksi dipandang sebagai
fokus di dalam melakukan riset partisipatoris untuk mengharmo-
nisasikan struktur pengelolaan adat kebiasaan dengan persyaratan
9
proses pensertipikatan. Di negara itu tampak pengakuan tanah
ulayat sudah masuk pada keyakinan pentingnya tanah ulayat
tersebut disertipikatkan.
Terlepas dari pro dan kontra terhadap perbedaan pendapat
Prof. Boedi Harsono dan Prof. A.P. Parlindungan tentang Hak
Ulayat (debat terakhir secara ilmiah pada tahun 1998 di Puslitbang
BPN RI), bagaimana pun secara langsung ataupun tidak langsung
telah memberikan pencerahan bagi bangsa Indonesia, baik otoritas
pertanahan maupun organ pemerintah lainnya, akademisi, dan
unsur masyarakat yang lain, sehingga akhirnya pemerintah dan
Pemerintah Daerah lebih mendapat wawasan ketika akan menga-
8 Ibid, hlm. 16.
9 Lorelei C. Mendoza, dkk, Harmonizing Ancestral Domain with Local
Governance in the Cordillera of the Northern Philippines, 2008, hlm. 1.
109

