Page 127 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 127
Oloan Sitorus & Taufik N. Huda
penyelenggaraan pendidikan di Akademi Agraria Yogyakarta, dari
penyelenggara Program Sarjana Muda menjadi program ‘tanpa
gelar’ dan tanpa jurusan, yakni Program Diploma III (tahun 1986).
Sampai pada tahun 1989, nama Perguruan Tingginya tetap Aka-
demi Agraria Yogyakarta (AAY) dan Program Pendidikan yang
diselenggarakannya tetap Program Diploma III (Agraria) tersebut.
Perubahan yang terjadi hanya dalam hal pembinaan, yakni semula
berada dalam pembinaan Departemen Dalam Negeri, berubah
menjadi dalam pembinaan Badan Pertanahan Nasional (BPN)
berdasarkan Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Nega-
ra No. R.04/1/MENPAN/89 tanggal 10 Januari 1989. Hal itu
konsekuensi dari perubahan otoritas agraria yang semula berada
pada Direktorat Jenderal Agraria Departemen Dalam Negeri,
menjadi otoritas pertanahan yang diemban oleh Badan Pertanahan
Nasional. Konsekuensi logisnya, Akademi Agraria Yogyakarta pun
berubah menjadi Akademi Pertanahan Nasional (APN) dan Pro-
gram Pendidikan yang diselenggarakan juga berubah menjadi Pro-
gram Diploma III Pertanahan berdasarkan Surat Keputusan Kepala
BPN No. 5 Tahun 1989 tanggal 1 April 1989.
Kalau dicermati, penyelenggaraan pendidikan tinggi agraria/
pertanahan yang berdurasi 3 (tiga) tahun sudah berlangsung lebih
kurang 30 (tigapuluh) tahun, dengan rincian: (a) Program Pendi-
dikan Sarjana Muda Agraria berlangsung 23 tahun (1963-1986) di
AAY (termasuk di Akademi Agraria Semarang sejak 1964-1983);
(b) Program Pendidikan Diploma III Agraria berlangsung 3 tahun
(1986-1989) di AAY; dan (c) Program Pendidikan Diploma III Per-
tanahan berlangsung 3 sampai 4 tahun (1989-1993). Pada dekade
akhir Abad XX, seiring dengan perkembangan pembangunan,
pengelolaan pemerintahan, dan intensitas dinamika masyarakat,
penyelenggaraan pendidikan pertanahan dipandang sudah tidak
114

