Page 125 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 125
Oloan Sitorus & Taufik N. Huda
menyusun Hukum Agraria sebagai sebuah Mata Kuliah tersendiri,
yang membangun Hukum Agraria dalam suatu sistem tersendiri
yang khas dan logis, sehingga para mahasiswa, sarjana, dan
penstudi Hukum Agraria selanjutnya dimudahkan untuk mem-
pelajari dan mengembangkan Hukum Agraria tersebut. Bukan
hanya membangun Hukum Agraria sebagai objek studi, Prof. Boedi
Harsono bahkan langsung menggunakan keahliannya untuk
membangun Hukum Agraria sebagai bagian integral dari pem-
bangunan hukum nasional. Dalam kapasitas yang demikianlah
Prof. Boedi Harsono mendidik dan melakukan pengkaderan terha-
dap para mahasiswa di level S1, S2, dan bahkan S3. Beberapa di
antara mahasiswa beliau kini menjadi pengasuh-pengasuh
Hukum Agraria di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Bah-
kan, beberapa di antaranya telah menjadi Guru Besar Ilmu Hukum,
dan ada pula yang secara khusus menjadi Guru Besar Hukum
Agraria.
Membidani berdirinya Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
Sejarah awal pendidikan tinggi agraria di Indonesia tidak
terlepas dari ditetapkannya UU No. 5 Tahun 1960 tentang Pera-
turan Dasar Pokok-pokok Agraria (selanjutnya dikenal dengan
sebutan UUPA) sebagai undang-undang yang diharapkan
melaksanakan cita-cita proklamasi di bidang keagrariaan, yakni
menjadikan sumber-sumber agraria Indonesia sebagai aset utama
kehidupan berbangsa dan bernegara. Watak UUPA yang
nasionalistik dan populis membutuhkan sumberdaya manusia
yang memahami dan menghayati cita-cita dan spirit UUPA, yang
membawa 5 (lima) misi utama yaitu: perombakan Hukum Agraria,
pelaksanaan Landreform, penataan penggunaan tanah, likuidasi
hak-hak asing dalam bidang agraria dan penghapusan sisa-sisa
112

