Page 162 - Perjuangan Landreform Masyarakat Perkebunan: Partisipasi Politik, Klaim dan Konflik Agraria
P. 162

150   Tri Chandra Aprianto


            dengan segera menjadi “emas hijau” kembali. Dengan segera pihak
            Belanda  ingin  menghidupkan  transportasi kereta  api. Menghadapi
            hal ini masyarakat  mulai menghadapi kesulitan  atas  keinginan
            pihak  pengusaha  perkebunan  tersebut. 48  Masyarakat  mulai tidak
            tenang untuk  menggarap  tanah-tanah  pertanian  dan  tanah-tanah
            perkebunan. Tahun-tahun  perang kolonial (1947 dan  1948) banyak
            sekali lahan-lahan  perkebunan  tersebut  hanya  digarap  oleh  kaum
            perempuan  dan  anak-anak. Pada  tahun-tahun  tersebut  produksi
            tanaman  pangan  khususnya  padi mengalami penurunan, kecuali
            jagung dan ketela mengalami peningkatan. 49

                Secara perlahan Belanda benar-benar menguasai kembali Jember,
            dan  mulai membangun    imajinasi untuk  mengembalikan  situasi
            perkebunan pada keadaan sebelum perang. Orang-orang dari Belanda
            berbondong-bondong (khususnya    para  pengusaha) berdatangan
            kembali ke Jember yang dulu pulang guna mencari rasa aman akibat
            krisis dan perang. Hingga tahun 1949, walau laskar-laskar rakyat masih
            mengganggu, para  pemilik  hak  erfpacht mulai berusaha  menata
            kembali perusahaan perkebunan. Secara perlahan pula semua sarana
            dan prasarana dihidupkan kembali dengan harapan bisa segera pulih
            seperti sebelum perang. Tidak ketinggalan pula gedung sekolah yang
                                       50
            sudah menjadi Sekolah Rakyat,  diambilalih dan difungsikan kembali
            untuk tempat belajar anak-anak pengusaha perusahaan perkebunan

            Belanda  dan  para  employe  (pegaw  perk  Sementara anak-
            anak  pribumi yang sebelumnya  belajar  di gedung sekolah  rakyat
            tersebut harus pindah ke tempat lain. 51



            48  Laporan harian Kementrian Pertahanan V untuk daerah pendudukan
                Belanda,  antara  bulan  November—Desember  1947  di  wilayah
                Karesidenan  Besuki. Koleksi Arsip  Kementrian  Pertahanan, No.
                Inventaris: 1157.
            49  Jos Haid, Perlawanan, hlm. 38-9.
            50  Sekarang menjadi salah satu gedung pemerintah daerah di Jalan Kartini
            51   Wawancara dengan Kusdari, 10 Juni 2004.
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167