Page 23 - SEJARAH PERLAWANAN TERHADAP IMPREALISME DAN KOLOLISME DI DAERAH SULAWESI TENGGARA
P. 23

Werk  tidak  mau  memenuhi permintaan  Frans, maka  Nakoda
                 dan  beberapa  awak  kapaJ  yang  melawan  dibunuhnya  dan
                 kemudian  mengambiJ  semua  barang  dan  uang  di  kapal  itu.
                 Beberapa  awak  kapal  yang  tidak  terbunuh ditawan. Ada juga
                 beberapa  orang  yang  lolos  melarikandiri  ke  Ujung Pandang.
                 Kapa)  Rusten Werk  ditenggelamkan  ke  dasar laut pada bulan
                 Juli  1752 dan terkenal dengan peristiwa Juli  1752 - )
                      Peristiwa  tersebut  dianggap  Sultan  Himayatuddin
                 sebagai  persoalan  intern  sesama  bangsa  Belanda,  sekalipun
                 tindakan  Frans Frous ini didukung oleh Sultan.  Bila  dilihat
                 dari  isi  perjanjian  yang  ada  antara  Buton  dan  Kompeni,
                 maka  seharusnya  Sultan  mencegah  peristiwa  berdarah  itu.
                 Sultan  harus  membantu  Belanda  dan  mengutuk  perbuatan
                 Frans  bersama  pengikutnya.  Akan  tetapi  ternyata  Sultan
                 berpura-pura  tidak  mengetahui.  Kemarahannya  Belanda
                 meluap-Juap.  Koba  Ena  diserang  Belanda.  Frans  Frous  dan
                 beberapa   pengikutnya  terbunuh.  Sebaliknya  beberapa
                 pimpinan  pasukan  VOC  terbunuh  dalam  perlawanan  Frans
                 Frous  di  Koba  Ena  pada  September  1752.  Sultan  Himaya-
                 tuddin dituduh bersekongkol dengan Frans.
               b.  Wujud Perlawanan
                      Sebelum  peristiwa  Frans  Frous,  terjadi  suatu  peristiwa
                 di  sekitar  tahun  1626  yaitu  sebuah  kapal  dagang  Belanda
                 (kapal  Poleon)  kandas  di  Wawonii  yang pada  saat  itu  masuk
                 wilayah  kekuasaan  Su'tan  Buton.  Atas  perintah  Sultan
                 Buton,  kapal  tersebut dirampok oleh anak negeri.  Perlawanan
                 kecil  terjadi  dan  beberapa anak  buah  kapal  mati  terbunuh.
                 Sejak  itu  kepercayaan  Belanda  terhadap  Sultan  mulai  ber-
                 kurang.  Pemerintah  Belanda  berangsur  merobah  sikap
                 lembutnya  dalam  persahabatan  dengan  Sultan.  Akan  tetapi
                 dalam  pertanggungjawa ban  Sultan,  dikatakan  bahwa  peris-
                 tiwa  itu  dilakukan  oleh  kelompok  bajak  Jaut  yang  datang
                 dari Ternate dan  kepulauan Banggai.
                      Terjadinya  peristiwa  bulan  Juli  dan  bulan  September
                 1752  di  Koba  Ena  antara  pasukan  VOC  dan  Frans  Frous,
                 lebih  meyakinkan  Belanda  bahwa  Sultan  Buton  tidak  lagi
                 mematuhi janjinya.

            14
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28