Page 25 - SEJARAH PERLAWANAN TERHADAP IMPREALISME DAN KOLOLISME DI DAERAH SULAWESI TENGGARA
P. 25

Hamim  dipaksakan  Belanda  untuk  membayar ganti  rugi  atas
                peristiwa  Frans  berupa  emas  dan  perak  serta sejumlah budak
                dalam waktu yang sangat singkat.
                     Tuntutan  Belanda ini  cukup  berat  bagi Kerajaan Buton,
                namun  untuk  keselamatan  kerajaan  dan  seluruh  masyarakat,
                Sultan Hamim terpaksa mengakuinya.



           c.  Jalannya Perlawanan
                  Realisasi penebusan utang Buton kepada Kompeni rupanya
              tidak  sesuai  dengan  keinginan  pihak  Belanda.  Budak-budak
              yang  diserahkan  Sultan  sebagai  tebusan  diangsur Jama  dan  ter-
              diri  dari  orang-orang  yang  sudah  tua  dan  sakit-sakitan.  Hal  ini
              dipandang  oleh  kompeni sebagai  suatu  penghinaan.  Oleh  sebab
             itu  VOe  memerintahkan  pasukan  Angkatan  Lautnya  menyiap-
              kan penyerangan ke Kerajaan Buton.
                  Sebelum  mengadakan  ekspansi  militer  ke Buton, Kompeni
              Belanda  telah  menyusun  taktik /strategi  penyerangannya.
              Gubernur Jenderal VOe mengirimkan petugas rahasia ke Buton,
              dengan  surat  penyampaian  kepada  Sultan  bahwa  dalam  rangka
              pelayaran  mereka  ke  Maluku  kapal  Belanda  akan  singgah  ber-
              labuh  di pelabuhan Buton untuk mengambil persiapan air dalam
              pelayaran  mereka.  Kepada  Sultan  dimohonkan  keizinannya
              untuk maksud tersebut.
                  Pada  tanggal  23  Februari  1755,  tibalah  dua  buah  kapal
              Belanda  di  pelabuhan  Buton  yang  memuat  marinir voe yang
              akan  menyerang  Kerajaan  Buton.  Untuk  meyakinkan  rasa  per-
              sahabatan  Kompeni  maka  sebagaimana  biasanya,  Kompeni
              Belanda  mengirimkan  bingkisan  hadiah  untuk  Sultan  sebagai
              tanda  persahabatan  mereka.  Seorang  di  antara  pasukan  voe
              diutus  naik  Kraton  menyampaikan   bingkisan  hadiah  untuk
              Sultan,  sambil  mengamati  keadaan  di  dalam  dan  di  sekitar
              kraton.  Dari  basil  pengamatannya,  diketahui  bahwa  rakyat
              Buton  telah  siap  sedia  menghadapi  segala  kemungkinan  yang
              akan  timbul.  Jalan-jalan  yang  menghubungkan  kota  Bau-Bau
              dengan  Kraton  telah  penuh dengan rintangan. Mereka tahu pula


           16
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30