Page 29 - SEJARAH PERLAWANAN TERHADAP IMPREALISME DAN KOLOLISME DI DAERAH SULAWESI TENGGARA
P. 29

dudukan  Sultan  Hamim  almarhum  dengan  dukungan  rakyat,
              namun  akhirnya  gaga!  oleh  karena  mendapatkan  tantangan
              keras dari kaum  bangsawan lainnya. Karena kegagalannya Kentu
              Koda  meninggalkan  Buton  dan  pergi  ke  Muna.  Di  sana  ia
              berhasil  menggalang  rakyat  dan  diangkat  menjadi  raja  dengan
              gelar  Lakina  Wuna  Kolaki,  yang  dilantik  menjadi  Sultan  Buton
              ialah  La  Mani  Sangia Tobe-Tobe dengan nama Sultan  Rafiuddin
              pada tahun  1759.
                   Kehidupan  rakyat  yang  memburuk  akibat  perlawanan
              mereka  terhadap  Kompeni  Belanda  semakin  bertambah  setelah
              Kontu  Koda  menyatakan daerahnya  terlepas  dari  kerajaan
              Buton.  Ancaman Kompeni terhadap Kerajaan  Buton menambah
              kecemasan  penduduk  n.egeri.  Untuk  memulihkan  keadaan  ini
              Sultan  Makdzul Himayatuddin diangkat  kembali menjadi Sultan
              Buton XXIII  pada tahun  I 760.
            B. PERLAWANAN  RAKYAT  BUTON  TERHADAP  PEMERIN-
              T AH  HIND IA  BELAND A
            1. PERLAWANAN  LA ODE BOHA

              a.  Latar Belakang Perlawanan
                     Sejak  permulaan  abad  ke-XVIII  kerajaan-kerajaan  di
                 Sulawesi  Tenggara  mulai  terancam  oleh  politik  imperialisme
                 Belanda  para  Raja-raja  dan  pahlawan-pahlawan  daerah
                 berusaha  mempertahankan  kedaulatan  rakyatnya.  Akhimya
                 kerajaan-kerajaan  terlibat  dalam  peperangan melawan imperi-
                 alisme.  Raja  yang  kalah  dalam  perang  terpaksa  tunduk
                 perintah  Belanda.  Pengaturan  pemerintah  diambil  alih  oleh
                Pemerintah  Hindia  Belanda.  Kekuasaan  raja-raja  hanya
                 merupakan  pengem ban  ke bijaksanaan  politik  imperialis
                Belanda  di  lnd onesia.  Raja-raja  yang  telah  dicopot  kekuasa-
                 annya  hanyalah  dijadikan  sebagai  tameng  dalam  menghadapi
                gelombang  perlawanan  rakyatnya  sendiri.  Kedudukan  raja
                laksana  boneka  yang  tiada  mampu  berdiri  sendiri  di  atas
                 wilayah  kekuasaannya.  Mereka  terpaksa  harus  menerima dan
                 mengakui  kedaulatan  Belanda  atas  wilayahnya,  sebab
                sebagian  dari  kekuatan  mereka  tergantung  pada  Pemerintah


            20
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34